Berita
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Mengurai Tantangan Reformasi Pajak dalam Pusaran Ekonomi Global

A+
A-
3
A+
A-
3
Mengurai Tantangan Reformasi Pajak dalam Pusaran Ekonomi Global

BEBERAPA dekade terakhir ini, sejumlah negara melakukan reformasi pajak secara besar-besaran dengan latar belakang yang beragam di antaranya seperti Cina, Kolombia, Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, dan berbagai negara lainnya.

Reformasi pajak pun dipandang sebagai agenda yang makin mendesak di banyak negara menyusul pendulum ekonomi dunia saat ini tengah berada pada era globalisasi, integrasi regional, serta kemajuan teknologi sehingga penyesuaian sistem pajak menjadi krusial untuk dapat berkoeksistensi dengan ekosistem terkini.

Kendati demikian, terlepas dari besarnya investasi waktu dan sumber daya yang dikerahkan dalam upaya reformasi pajak, berbagai masalah terkait dengan sistem pajak masih mencuat dan belum dapat diselesaikan.

Baca Juga: Semester II/2021, Erdogan Bakal Naikkan Tarif Pajak Korporasi

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah seperti apa tantangan reformasi pajak saat ini yang perlu dihadapi oleh ekonomi global yang terus berkembang? Buku berjudul The Challenge of Tax Reform in Global Economy mengeksplorasi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Buku yang disunting oleh James Alm, Jorge Martinez-Vazquez, dan Mark Rider ini menyajikan kumpulan esai dari berbagai ahli pajak terkemuka. Menggunakan studi kasus internasional, bunga rampai ini menyoroti berbagai tantangan yang saat ini muncul dan dihadapi oleh para reformis pajak, serta menganalisis kemungkinan arah dan tren reformasi pajak di masa depan.

Mengalir menjadi enam bagian utama, karya terbitan Springer ini membahas berbagai area pendulum reformasi pajak dalam tema yang lebih spesifik. Beberapa diantaranya mencakup mengenai masalah distribusi pendapatan; aspek pajak internasional; perancangan jenis pajak tertentu seperti PPh, PPN, dan pajak properti; hingga pertimbangan aspek politik dan administrasi dalam reformasi pajak.

Baca Juga: Tujuh Fokus Kebijakan Pajak Presiden AS Joe Biden

Pada satu bagian menarik, buku ini memperjelas beberapa tantangan reformasi pajak yang muncul dari dimensi internasional. Setidaknya terdapat dua isu utama yang dibahas. Pertama, perkembangan praktik penghindaran pajak.

Nyatanya, reformasi pajak yang terjadi di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir belum berhasil dalam mengatasi celah pendapatan yang diciptakan oleh fenomena suaka pajak (tax havens) dan manipulasi transfer pricing.

Beberapa ahli pajak kemudian mengidentifikasi kemungkinan solusi dari permasalahan penghindaran pajak internasional termasuk hal-hal seperti penetapan pedoman harga transfer, aturan Controlled Foreign Company (CFC), dan langkah-langkah anti-persaingan pajak.

Baca Juga: Akhir Kuartal II/2021, Perjanjian Pajak Israel-UAE Siap Disahkan

Kedua, terkait dengan desain insentif pajak. Karya yang diterbitkan pada 2010 ini menyimpulkan tantangan yang dihadapi oleh negara maju dan negara berkembang dalam penggunaan insentif pajak sedemikian berbeda.

Berdasarkan pengalaman para ahli, negara berkembang cenderung berada dalam situasi yang tidak menguntungkan dalam penggunaan insentif sehingga menyebabkan pendapatan hilang tanpa menarik investasi.

Dari hasil studi yang dilakukan beberapa ahli pajak di 15 negara berkembang menunjukkan kebijakan insentif pemerintah yang berfokus pada pengurangan tarif pajak cenderung berhasil mendatangkan investasi dibandingkan dengan jenis insentif lainnya.

Baca Juga: Pacu Penjualan Mobil Listrik, Tesla Minta Pemerintah Naikkan Pajak BBM

Pada bagian terakhir, buku ini berusaha menjahit wawasan tersebut ke dalam bentuk reformasi pajak yang menyeluruh. Permasalahan yang banyak dihadapi oleh sebagian besar negara saat ini adalah melaksanakan reformasi pajak yang telah direncanakan hingga tataran implementasi.

Untuk itu, beberapa ahli pajak menyarankan empat pedoman utama untuk dalam pelaksanaan program reformasi pajak yang komprehensif. Penasaran dengan keempat rekomendasi kebijakan tersebut? Silakan Anda baca langsung di DDTC Library. (rig)

Baca Juga: IMF Desak Pemerintah Naikkan PPN Hingga 16%
Topik : resensi, jurnal, buku, literasi, kebijakan pajak, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 05 April 2021 | 13:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 05 April 2021 | 12:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 05 April 2021 | 10:03 WIB
PRANCIS
Jum'at, 02 April 2021 | 16:00 WIB
SISTEM PEMERINTAHAN
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)
Senin, 12 April 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 15:49 WIB
FILIPINA