Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Lolos dari Ancaman Bea Masuk Tambahan, Indonesia Genjot Ekspor Pupuk

A+
A-
0
A+
A-
0
Lolos dari Ancaman Bea Masuk Tambahan, Indonesia Genjot Ekspor Pupuk

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews—Pemerintah Ukraina resmi menghentikan penyelidikan safeguard atas impor produk pupuk nitrogen jenis tertentu (certain nitrogen fertilizer) dan pupuk majemuk (complex fertilizer) ke negara tersebut.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan Ukraina menghentikan investigasi pada 2 Juli 2020 dengan alasan hasil penyelidikan tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional Ukraina.

"Ini kabar gembira bagi Indonesia dalam mendorong peningkatan ekspor ke negara-negara nontradisional. Kami harap produsen atau eksportir Indonesia dapat memanfaatkan peluang ekspor ini," katanya, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Otoritas Ukraina sebelumnya menginisiasi penyelidikan safeguard atas impor dua produk pupuk pada 28 Agustus 2019. Dalam penyelidikan tersebut, Indonesia turut berpartisipasi dengan menyampaikan sanggahan secara tertulis.

Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Srie Agustina meyakini Indonesia sebenarnya tetap berpeluang besar dikecualikan dalam pengenaan safeguard Ukraina, meskipun penyelidikan tersebut tidak dihentikan.

"Indonesia bukan penyumbang kenaikan impor produk certain nitrogen fertilizer dan complex fertilizer di Ukraina, tetapi kita bisa merebut pasar yang ditinggalkan oleh negara yang dikenakan (sanksi)," tuturnya.

Baca Juga: UU Direvisi, Pejabat Rusia Tak Perlu Ungkap Laporan Pajaknya ke Publik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor kedua produk pupuk tersebut terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Negara yang menjadi tujuan ekspor antara lain India, Filipina, Australia, Malaysia, dan Kanada.

Pada 2019, nilai ekspor dua pupuk tersebut sempat mencapai US$571.000 atau meningkat 49,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$382.200.

Meski begitu, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyatakan Indonesia masih perlu mewaspadai agresivitas Ukraina dalam menginisiasi penerapan instrumen pengamanan perdagangan atau trade remedies.

Baca Juga: Pelaku Usaha Gencar Ekspansi, Sri Mulyani Harap Tetap Patuh Pajak

"Kita perlu terus mengamati perkembangan ke depan mengingat Ukraina cukup agresif dalam menggunakan instrumen trade remedies, khususnya safeguard dengan telah menginisiasi tiga penyelidikan pada semester I/2020," ujarnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : bea masuk tambahan, safeguard, kebijakan internasional, kebijakan bea masuk, ekspor impor, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Ada Perubahan Aturan, DJBC Buka Forum Asistensi bagi Pengusaha Rokok

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tax Buoyancy Turun, Rasio Pajak 2023 Diperkirakan Hanya 9,61 Persen

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:00 WIB
KABUPATEN BELITUNG

WP Bandel, Pajak Hilang dari Bisnis Sarang Burung Walet Capai Rp10 M

Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

SPT Tahunan Badan Tak Bisa Pakai e-SPT, e-Form Belum Tampung PTKP UMKM

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:30 WIB
SELEBRITAS

Wah! Yayan Ruhian 'Mad Dog' Datangi Kantor Pajak, Ada Apa Nih?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK

Pajak Kita untuk Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Jum'at, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Dirjen Pajak Ingatkan WP Lapor SPT Tahunan, Jangan Mepet Deadline