Berita
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:42 WIB
E-FAKTUR 3.0
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:21 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:08 WIB
BEA METERAI
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:04 WIB
INSENTIF PAJAK
Review
Rabu, 30 September 2020 | 16:56 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 15:00 WIB
HAK WAJIB PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 08:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 13:20 WIB
DDTC PODTAX
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Ketua MPR Ingatkan Risiko Anjloknya Penerimaan Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2
Ketua MPR Ingatkan Risiko Anjloknya Penerimaan Pajak

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato pengantar dalam rangka sidang tahunan MPR di Ruang Rapat Paripurna, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

JAKARTA, DDTCNews – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti berbagai dampak yang ditimbulkan pandemi virus Corona, termasuk risiko resesi, jika perekonomian nasional tidak kunjung membaik.

Hal itu disampaikan Bambang dalam sidang tahunan MPR RI di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jumat (14/8/2020). Menurut dia, jika ekonomi Indonesia mengalami resesi, salah satu efek domino yang terasa adalah anjloknya penerimaan pajak.

“Dalam skala riilnya, dampak resesi terhadap sebuah negara adalah meningkatnya pengangguran, anjloknya pendapatan, tingginya utang pemerintah bersamaan dengan penerimaan pajak yang anjlok," katanya.

Baca Juga: Akhir Kuartal III/2020, Realisasi Insentif Pajak Baru 22,9%

Bambang mengatakan pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak secara langsung terhadap kesehatan masyarakat dan pendidikan, tetapi juga dimensi yang lain di bidang ekonomi. Menurutnya, periode Maret sampai pertengahan Agustus 2020 menjadi fase terberat bagi perekonomian.

Dia lantas merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 yang terkontraksi 5,32% dibandingkan dengan kuartal II/2019. Bambang menilai efek pandemi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga semua negara. Hal ini membuat berbagai lembaga keuangan dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Bambang menambahkan saat ini ekonomi beberapa negara telah mengalami resesi akibat tekanan pandemi. Jika pelemahan ekonomi Indonesia tidak segera diatasi, dia khawatir akan muncul efek domino resesi yang menyebar ke berbagai sektor, mulai dari macetnya kredit perbankan hingga lonjakan inflasi yang sulit dikendalikan atau sebaliknya deflasi yang tajam karena perekonomian tidak bergerak.

Baca Juga: Tarif Bea Meterai Rp10.000, Potensi Penerimaan Pajak 2021 Bertambah

Kemudian, neraca perdagangan juga akan terkontraksi dan berimbas langsung pada cadangan devisa. Secara riil, dampak resesi misalnya berupa anjloknya pendapatan negara terutama dari sisi pajak, meningkatnya angka kemiskinan, merosotnya harga aset seperti pasar saham atau properti, melebarnya angka ketimpangan, serta produksi yang hilang secara permanen, dan bisnis gulung tikar.

Bambang pun mengajak masyarakat mendukung kebijakan pemerintah yang telah melakukan berbagai langkah konkret mendorong peningkatan ekonomi sektor riil seperti memberikan kemudahan permodalan bagi pelaku usaha baik kecil maupun besar.

Menurutnya, MPR RI juga mendukung upaya pemerintah menahan laju penurunan ekonomi dengan meningkatkan penyaluran bantuan sosial dan stimulus bagi dunia usaha, restrukturisasi kredit padat karya, hingga pemberian penjaminan modal kerja.

Baca Juga: Beri Fasilitas Bea Masuk DTP, Anggaran Rp583,2 Miliar Disiapkan

"Keputusan pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional kami pandang sangat tepat, mengingat persoalan ekonomi dan kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan penanganan Covid-19," ujarnya.

Meski demikian, Bambang mengingatkan agar penanganan berbagai masalah ekonomi tersebut tetap harus diiringi dengan pertimbangan dari aspek kesehatan masyarakat. Menurutnya Indonesia dapat belajar dari pengalaman sejumlah negara dalam penanganan pandemi agar selalu seimbang antara sisi kesehatan dan ekonomi. (kaw)

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi vs Ancaman Resesi
Topik : MPR, virus Corona, resesi, penerimaan pajak, pertumbuhan ekonomi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 28 September 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Sabtu, 26 September 2020 | 14:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 14:15 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
berita pilihan
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:42 WIB
E-FAKTUR 3.0
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:21 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:08 WIB
BEA METERAI
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:04 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
INGGRIS
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 18:30 WIB
PAJAK ORANG KAYA
Rabu, 30 September 2020 | 18:10 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 17:30 WIB
TIPS PAJAK