Berita
Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK
Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II
Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI
Kamis, 02 Desember 2021 | 18:36 WIB
PENGAWASAN PAJAK
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Kesulitan Keuangan, Pemilik Kapal Minta Keringanan Pajak pada 2022

A+
A-
1
A+
A-
1
Kesulitan Keuangan, Pemilik Kapal Minta Keringanan Pajak pada 2022

Ilustrasi galangan kapal. (foto: Philstar.com)

KUALA LUMPUR, DDTCNews - Asosiasi pemilik kapal, Malaysia Shipowners Association (MASA) meminta pemerintah memberikan keringanan pajak untuk mendukung pemulihan sektor usaha tersebut.

Ketua MASA Abdul Hak Md Amin mengatakan perusahaan perkapalan termasuk yang mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, pemerintah dapat memberikan keringanan pajak untuk pengusaha perkapalan dalam APBN 2022.

"Industri mengharapkan adanya keringanan pajak untuk kapal yang dibangun di galangan kapal lokal," katanya, dikutip pada Minggu (10/10/2021).

Baca Juga: Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Abdul menuturkan pandemi telah menyebabkan industri maritim dan perkapalan sepi sehingga banyak perusahaan menghadapi kesulitan keuangan. Menurutnya, keringanan pajak akan membantu sektor usaha tersebut pulih kembali tahun depan.

Dia menilai persoalan utama industri perkapalan di antaranya arus kas yang terbatas. Untuk itu, pemerintah melalui APBN 2022 diharapkan memberikan bantuan keuangan dan potongan pajak untuk kapal yang dibuat di galangan kapal lokal.

Asosiasi juga berharap adanya hibah dari pemerintah bagi pemilik kapal dalam mematuhi peraturan International Maritime Organisation tentang mesin kelautan (IMO 2020) serta proyek kelautan berteknologi tinggi dan ramah lingkungan seperti bahan bakar laut alternatif. IMO 2020 mengamanatkan kandungan sulfur maksimum 0,5% dalam bahan bakar laut secara global.

Baca Juga: UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

Selain itu, ia juga mempertanyakan progres dana kemaritiman dan logistik saat ini dikelola Bank Pembangunan Malaysia Bhd. Menurutnya, dana tersebut saat ini belum terlihat pencairannya, padahal skema pembangunan maritim dan logistik telah masuk dalam APBN 2021 dan diperpanjang hingga 31 Desember 2023.

"Industri perkapalan membutuhkan tingkat pembiayaan yang kompetitif agar Malaysia bisa sejajar dengan negara lain seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China," ujar Abdul seperti dilansir thestar.com.my. (rig)

Baca Juga: Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas
Topik : malaysia, galangan kapal, perkapalan, insentif pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Desember 2021 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Syarat Pendaftaran NPWP Badan Profit dan Non-Profit

Kamis, 02 Desember 2021 | 11:10 WIB
HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA

Soal Pencegahan Korupsi, Ini Pesan Ketua KPK kepada Petugas Pajak

Kamis, 02 Desember 2021 | 10:49 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perusahaan Perlu Cermat dalam Kelola Implikasi Perpajakan dari IPO

Kamis, 02 Desember 2021 | 10:35 WIB
HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA

Dirjen Pajak Minta Jajaran Perkuat Komitmen Antikorupsi

berita pilihan

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK

Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI

Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:36 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Apakah Dapat SP2DK Pasti Harus Bayar Pajak Lagi? Ini Penjelasan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:30 WIB
FILIPINA

Karena Pajak, KPU Didesak Coret Anak Ferdinand Marcos sebagai Capres

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:00 WIB
BANGLADESH

Masuk Radar Pajak, Netflix Kini Wajib Setor PPN

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Aktif Telepon Wajib Pajak Jelang Akhir Tahun, Simak Ketentuannya

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Pedagang Online Dapat ‘Surat Cinta’ dari Kantor Pajak? Ini Imbauan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:30 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Beberapa Jenis Pajak Daerah Sudah Capai Target Per Akhir November 2021

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:00 WIB
ESTONIA

Menkeu Pastikan Dampak Pajak Minimum Global Bakal Minimal