Berita
Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:15 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:00 WIB
DANA TABUNGAN PERUMAHAN
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Jenis PNBP Bakal Ditambah, BPK Gelar Uji Publik Aturan

A+
A-
2
A+
A-
2
Jenis PNBP Bakal Ditambah, BPK Gelar Uji Publik Aturan

Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan. (foto: bpk.go.id)

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar uji publik atas rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku di BPK.

Sekjen BPK Bahtiar Arif mengatakan uji publik diperlukan agar rancangan kebijakan yang disusun memenuhi kebutuhan pengaturan pelaksanaan di lapangan. Pasalnya, terdapat PNBP jenis baru yang diakomodasi dalam RPP tersebut.

"Uji publik ini juga sekaligus memperkenalkan jenis layanan PNBP baru yang ada di BPK yang dapat dimanfaatkan selain layanan pendidikan dan pelatihan pemeriksaan keuangan negara yang selama ini telah berjalan," katanya di laman resmi BPK, dikutip Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Asosiasi Sebut Insentif Pajak Dorong Pembelian Mobil

Sekjen BPK menuturkan PP No. 76/2013 yang selama ini menjadi pedoman pungutan PNBP di lingkungan auditor keuangan negara memerlukan pembaruan karena sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, terdapat potensi PNBP baru yang belum diakomodasi dalam beleid yang terbit 2013 silam. Oleh karena itu, dibutuhkan payung hukum baru untuk bisa memungut PNBP yang belum diatur dalam PP No.76/2013.

"Terdapat potensi atas jenis PNBP lain yang dimiliki BPK yang belum masuk dalam pengaturan PP tersebut. Akibatnya, potensi PNBP BPK menjadi hilang," ujar Bahtiar.

Baca Juga: PNS Pensiun Januari 2021, Pencairan Dana Taperum Mulai Diproses Maret

Dia menambahkan RPP PNBP ini merupakan inisiatif BPK setelah melakukan penggalian potensi sejak tahun lalu. Perubahan beleid diusulkan sejak Maret 2020 kepada Kemenkeu yang prosesnya terus berlanjut hingga tahap uji publik.

"Saya berharap uji publik dapat berjalan dengan lancar, sehingga semua masukan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan PNBP di BPK," tutur Bahtiar. (rig)

Baca Juga: Pengumuman! PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021
Topik : penerimaan negara bukan pajak, PNBP, badan pemeriksa keuangan BPK, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 13:45 WIB
KOREA SELATAN
Rabu, 20 Januari 2021 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 12:05 WIB
PEMBIAYAAN PROYEK PEMERINTAH
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:15 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:00 WIB
DANA TABUNGAN PERUMAHAN
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:33 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:08 WIB
PPh DIVIDEN
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:00 WIB
UU CIPTA KERJA
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:53 WIB
KOTA BANDUNG
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:45 WIB
JERMAN