Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Dia Logo & Jingle Tax Amnesty

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Meski belum resmi diluncurkan, logo dan jingle lagu program pengampunan pajak sudah tersebar di media sosial. Namun, belum banyak netizen yang meresponsnya.

Logo tax amnesty yang tersebar itu berbentuk bujur sangkar biru tua berefek gradasi dan lipatan dengan burung kertas warna emas yang terbang di atas tulisan pengampunan pajak dan tagline ungkap, tebus, lega.

Berdasarkan pantauan DDTCNews, sejumlah pegawai Ditjen Pajak, mulai dari pelaksana sampai kepala kanwil, terlihat mulai menggunakan logo tersebut sebagai foto profilnya.

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan 5 Tahun Terakhir Hanya Tumbuh 7,2%, Kok Bisa?

Adapun, jingle tax amnesty sendiri sudah beredar mulai Minggu (4/7), terutama dari akun kelompok musik mandarin Namfeng Nusantara di Youtube.

Namfeng Nusantara adalah kelompok musik mandarin yang berdiri sejak 2007. Pada 2010, kelompok ini tampil di Paviliun Indonesia di Shanghai World EXPO 2010 di China.

Tayangan berjudul Program Pengampunan Pajak (Jingle Pajak) di akun Namfeng Nusantara itu dibuka dengan seorang perempuan berpakaian tradisional China yang memetik ghuzeng dan menggesek erhu.

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Lagunya sendirinya dinyanyikan oleh seorang perempuan berkerudung merah. Begini sebagian liriknya: “Seiring dengan hentak geraknya waktu, Indonesiaku kian menapak maju”. Simak videonya di sini.

Namun, karena memang belum resmi dirilis, belum ada konfirmasi resmi apakah logo dengan tagline ungkap, tebus, lega dan jingle itu yang akan dipakai untuk program tax amnesty.

Sampai hari ini, situs resmi dan akun media sosial milik Kementerian Keuangan, juga Ditjen Pajak, belum mengunggah logo dan jingle lagu bercorak mandarin itu. (Bsi)

Baca Juga: DPR: Relaksasi Ini Seharusnya Dijalankan Setelah Tax Amnesty

Berdasarkan pantauan DDTCNews, sejumlah pegawai Ditjen Pajak, mulai dari pelaksana sampai kepala kanwil, terlihat mulai menggunakan logo tersebut sebagai foto profilnya.

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan 5 Tahun Terakhir Hanya Tumbuh 7,2%, Kok Bisa?

Adapun, jingle tax amnesty sendiri sudah beredar mulai Minggu (4/7), terutama dari akun kelompok musik mandarin Namfeng Nusantara di Youtube.

Namfeng Nusantara adalah kelompok musik mandarin yang berdiri sejak 2007. Pada 2010, kelompok ini tampil di Paviliun Indonesia di Shanghai World EXPO 2010 di China.

Tayangan berjudul Program Pengampunan Pajak (Jingle Pajak) di akun Namfeng Nusantara itu dibuka dengan seorang perempuan berpakaian tradisional China yang memetik ghuzeng dan menggesek erhu.

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Lagunya sendirinya dinyanyikan oleh seorang perempuan berkerudung merah. Begini sebagian liriknya: “Seiring dengan hentak geraknya waktu, Indonesiaku kian menapak maju”. Simak videonya di sini.

Namun, karena memang belum resmi dirilis, belum ada konfirmasi resmi apakah logo dengan tagline ungkap, tebus, lega dan jingle itu yang akan dipakai untuk program tax amnesty.

Sampai hari ini, situs resmi dan akun media sosial milik Kementerian Keuangan, juga Ditjen Pajak, belum mengunggah logo dan jingle lagu bercorak mandarin itu. (Bsi)

Baca Juga: DPR: Relaksasi Ini Seharusnya Dijalankan Setelah Tax Amnesty
Topik : tax amnesty, logo, jingle
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Selasa, 18 Juni 2019 | 10:05 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Selasa, 18 Juni 2019 | 08:39 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 17 Juni 2019 | 18:56 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Senin, 17 Juni 2019 | 18:41 WIB
INSENTIF FISKAL
Senin, 17 Juni 2019 | 17:42 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Senin, 17 Juni 2019 | 16:10 WIB
INSENTIF FISKAL
Senin, 17 Juni 2019 | 15:37 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Senin, 17 Juni 2019 | 15:11 WIB
PIDANA PERPAJAKAN
Senin, 17 Juni 2019 | 15:00 WIB
EDUKASI PAJAK
Senin, 17 Juni 2019 | 14:19 WIB
UTANG LUAR NEGERI