Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Inflasi & Resesi

0
0

(Gambar: mindflash.com)

Inflasi

SUATU sore saat memasak, seorang istri yang sudah berumah tangga lebih dari 10 tahun berkata kepada suaminya yang seorang akuntan, yang sedang asyik membaca koran:

Istri        :  Pah, Papah, inflasi tuh apa sih, Mamah bingung.. (*Sambil mengaduk sop di panci)

Baca Juga: Tersedak Koin

Suami    :  Hah apa?

Istri        :  Inflasi Pah... Itu yang sering diomongin di tivi-tivii..

Suami    :  Ooh... itu. Begini, Mah. Dulu ukuran Mamah kan 36-24-36, sekarang 48-40-48. Nah, meski semua kepunyaan Mamah sekarang ukurannya lebih gede, nilainya lebih rendah dari yang waktu dulu...

Baca Juga: Pangling

Istri        :  PPfft... (*Mematikan kompor, mogok masak)

 

Resesi

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

PADA suatu siang yang sibuk, petugas HRD sebuah kantor akuntan publik bertanya kepada seorang pencari kerja yang menjadi kandidat terakhir pelamar sebagai analis, dalam sebuah sesi wawancara:

Petugas HRD      :  Coba jelaskan kepada kami apa artinya resesi.

Pencari Kerja     :  Itu adalah fase kritis di mana anggur dan perempuan sudah digantikan dengan air putih dan istri.

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

Petugas HRD      :  Emm (*Mulai pusing). Sekarang coba uraikan perbedaan antara liabilitas dan aset.

Pencari Kerja     :  Seorang teman yang sedang mabuk adalah liabilitas, tapi seorang pacar yang mabuk adalah aset.

Petugas HRD      :  Hemmmmhhhhhh... (*Makin pusing)

Baca Juga: Obat Tidak Manjur

Istri        :  Pah, Papah, inflasi tuh apa sih, Mamah bingung.. (*Sambil mengaduk sop di panci)

Baca Juga: Tersedak Koin

Suami    :  Hah apa?

Istri        :  Inflasi Pah... Itu yang sering diomongin di tivi-tivii..

Suami    :  Ooh... itu. Begini, Mah. Dulu ukuran Mamah kan 36-24-36, sekarang 48-40-48. Nah, meski semua kepunyaan Mamah sekarang ukurannya lebih gede, nilainya lebih rendah dari yang waktu dulu...

Baca Juga: Pangling

Istri        :  PPfft... (*Mematikan kompor, mogok masak)

 

Resesi

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

PADA suatu siang yang sibuk, petugas HRD sebuah kantor akuntan publik bertanya kepada seorang pencari kerja yang menjadi kandidat terakhir pelamar sebagai analis, dalam sebuah sesi wawancara:

Petugas HRD      :  Coba jelaskan kepada kami apa artinya resesi.

Pencari Kerja     :  Itu adalah fase kritis di mana anggur dan perempuan sudah digantikan dengan air putih dan istri.

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

Petugas HRD      :  Emm (*Mulai pusing). Sekarang coba uraikan perbedaan antara liabilitas dan aset.

Pencari Kerja     :  Seorang teman yang sedang mabuk adalah liabilitas, tapi seorang pacar yang mabuk adalah aset.

Petugas HRD      :  Hemmmmhhhhhh... (*Makin pusing)

Baca Juga: Obat Tidak Manjur
Topik : anekdot akuntan, humor pajak, humor akuntan, anekdot pajak
artikel terkait
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
berita pilihan
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
Selasa, 26 Februari 2019 | 16:00 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 22 Januari 2019 | 16:15 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 19 Juni 2017 | 15:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 26 Oktober 2016 | 18:33 WIB
ANEKDOT EKONOM
Selasa, 16 Mei 2017 | 14:25 WIB
ANEKDOT PAJAK