Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Indonesia & Korsel Teken 3 Perjanjian Kerja Sama

A+
A-
1
A+
A-
1
Indonesia & Korsel Teken 3 Perjanjian Kerja Sama

Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae-in menyaksikan penandatanganan kerja sama RI-Korsel usai pertemuan bilateral di Hotel Westin, Busan, Senin (25/11/2019). (foto: Setkab)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Indonesia melakukan pertemuan bilateral dan menandatangani 3 buah kerja sama dengan Pemerintah Korea selatan (Korsel)

Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae In. Adapun salah bentuk kerja sama yang diteken adalah hasil akhir perundingan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

“IK-CEPA adalah simbol komitmen kedua negara dalam keterbukaan ekonomi dan dalam konteks kawasan meskipun saya berharap dapat ditandatangani tahun depan,” kata Jokowi, Senin (25/11/2019).

Baca Juga: Negeri K-Pop Umumkan Darurat Ekonomi Karena Virus Corona

Adapun 3 buah kerja sama yang diteken itu mencakup bidang yang berbeda dan ditandatangani oleh menteri sesuai dengan bidang yang ada. Pertama, perjanjian bebas visa dinas dan diplomatik yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha.

Kedua, Joint Declaration on the Final Conclusion of the Negotiations IK-CEPA yang diteken oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-hee.

Ketiga, MoU on for Cooperation on the Construction of the Relocated Capital City yang ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Korsel Kim Hyun-mee.

Baca Juga: Profit dari Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak 20%

Jokowi menilai di tengah situasi yang sulit seperti belakangan ini, upaya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Korsel sangat penting. Presiden Korsel mengatakan di antara negara yang ada di Asean, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang menjalin mitra strategis khusus dengan Korsel.

“Kedua negara telah membangun hubungan bilateral yang lebih erat daripada tahun sebelumnya dan kita setiap tahun mengadakan pertemuan puncak untuk mengembangkan hubungan akrab dan khusus antara kedua negara,” kata Moon

Jumlah perdagangan antara Indonesia dengan Korsel, sambung Moon, telah mencapai US$20 miliar (setara Rp67,4 miliar). Dia optimistis dengan adanya perundingan final atas negosiasi IK-CEPA, jumlah perdagangan tersebut akan meningkat.

Baca Juga: Pajak Warisan Ancam Keberlangsungan Bisnis Konglomerat

Seperti dilansir Setkab di laman resminya, pertemuan bilateral itu bertempat di Hotel Westin, Busan Korea Selatan pada Senin (25/11/2019) pukul 14.30 waktu setempat. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan,

Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadahlia, dan Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi. (kaw)

Baca Juga: Pemerintah Sodorkan Tagihan Pajak untuk Bursa Cryptocurrency Terbesar

“IK-CEPA adalah simbol komitmen kedua negara dalam keterbukaan ekonomi dan dalam konteks kawasan meskipun saya berharap dapat ditandatangani tahun depan,” kata Jokowi, Senin (25/11/2019).

Baca Juga: Negeri K-Pop Umumkan Darurat Ekonomi Karena Virus Corona

Adapun 3 buah kerja sama yang diteken itu mencakup bidang yang berbeda dan ditandatangani oleh menteri sesuai dengan bidang yang ada. Pertama, perjanjian bebas visa dinas dan diplomatik yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha.

Kedua, Joint Declaration on the Final Conclusion of the Negotiations IK-CEPA yang diteken oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-hee.

Ketiga, MoU on for Cooperation on the Construction of the Relocated Capital City yang ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Korsel Kim Hyun-mee.

Baca Juga: Profit dari Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak 20%

Jokowi menilai di tengah situasi yang sulit seperti belakangan ini, upaya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Korsel sangat penting. Presiden Korsel mengatakan di antara negara yang ada di Asean, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang menjalin mitra strategis khusus dengan Korsel.

“Kedua negara telah membangun hubungan bilateral yang lebih erat daripada tahun sebelumnya dan kita setiap tahun mengadakan pertemuan puncak untuk mengembangkan hubungan akrab dan khusus antara kedua negara,” kata Moon

Jumlah perdagangan antara Indonesia dengan Korsel, sambung Moon, telah mencapai US$20 miliar (setara Rp67,4 miliar). Dia optimistis dengan adanya perundingan final atas negosiasi IK-CEPA, jumlah perdagangan tersebut akan meningkat.

Baca Juga: Pajak Warisan Ancam Keberlangsungan Bisnis Konglomerat

Seperti dilansir Setkab di laman resminya, pertemuan bilateral itu bertempat di Hotel Westin, Busan Korea Selatan pada Senin (25/11/2019) pukul 14.30 waktu setempat. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan,

Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadahlia, dan Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi. (kaw)

Baca Juga: Pemerintah Sodorkan Tagihan Pajak untuk Bursa Cryptocurrency Terbesar
Topik : IK-CEPA, Korea Selatan, hubungan bilateral
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 04 Agustus 2017 | 13:58 WIB
KOREA SELATAN
Kamis, 25 Oktober 2018 | 13:59 WIB
KOREA SELATAN
Selasa, 08 Agustus 2017 | 08:47 WIB
KOREA SELATAN
Jum'at, 31 Agustus 2018 | 10:31 WIB
KOREA SELATAN
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI