Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Hingga November, Pemda Ini Cetak Surplus Penerimaan Pajak Rp5 Miliar

A+
A-
0
A+
A-
0
Hingga November, Pemda Ini Cetak Surplus Penerimaan Pajak Rp5 Miliar

Ilustrasi. (DDTCNews)

CIANJUR, DDTCNews – Pemkab Cianjur, Jawa Barat menyebutkan realisasi penerimaan pajak daerah hingga November 2020 sudah mencapai Rp146 miliar atau melampaui target yang ditetapkan dalam APBD-P 2020 senilai Rp141,3 miliar.

Kepala Bapenda Cianjur Komarudin mengatakan capaian realisasi penerimaan pajak tersebut tidak terlepas dari kalkulasi ulang anggaran daerah dengan menurunkan target setoran pajak daerah menjadi Rp141,3 miliar dari sebelumnya Rp212 miliar.

"Meski cukup berat di masa pandemi Covid-19. Penerimaan pajak daerah Cianjur berhasil mencapai target bahkan melebihi sampai dengan akhir November," katanya, dikutip Selasa (8/12/2020).

Baca Juga: Pemda Luncurkan Aplikasi Smart Tax, Warga Pelosok Gampang Bayar Pajak

Komarudin menjabarkan realisasi penerimaan sebesar Rp146 miliar secara persentase melebihi target sebesar 103,8%. Dari sisi nominal, surplus penerimaan pajak daerah sampai dengan akhir November 2020 mencapai Rp5,4 miliar.

Realisasi penerimaan, lanjutnya, masih akan terus bertambah hingga akhir tahun di antaranya berasal dari hotel, restoran, dan parkir. Selain itu, jenis pajak lain yang berpotensi menyumbang penerimaan pada akhir tahun ini antara lain seperti pajak air tanah, PBB-P2 dan BPHTB.

Menurut Komarudin, terdapat beberapa jenis pajak belum mencapai target seperti pajak hotel yang baru memenuhi 87% dari target, pajak reklame baru terpenuhi 76% dari target dan pajak penerapan jalan yang memenuhi 94,2% dari target yang ditetapkan.

Baca Juga: Kinerja Pajak Hiburan Naik 196,93%, Begini Kata Sri Mulyani

Tahun ini, tulang punggung penerimaan pajak daerah di Cianjur berasal dari setoran PBB-P2 sebesar Rp46,3 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari PBB perkotaan senilai Rp33,6 miliar dan PBB perdesaan sebesar Rp12,7 miliar.

Tahun depan, Pemkab Cianjur optimisme penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak akan meningkat. Pemkab memproyeksikan setoran pajak daerah naik bertahap menjadi Rp172 miliar pada tahun depan.

"Tahun depan target naik sekitar 21% sampai 22%," imbuh Komarudin seperti dilansir dara.co.id. (rig)

Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Program Bayar Pajak Tanpa Denda Dimulai

Topik : kabupaten cianjur, realisasi penerimaan pajak, pajak bumi dan bangunan PBB, pajak daerah

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Muhammad Faiz Nur Abshar

Selasa, 08 Desember 2020 | 23:20 WIB
Pencapaian yang luar biasa, semoga langkah yg dilakukan pemda cianjur dapat ditiru oleh pemda lainnya.

Muhammad Faiz Nur Abshar

Selasa, 08 Desember 2020 | 23:20 WIB
Pencapaian yang luar biasa, semoga langkah yg dilakukan pemda cianjur dapat ditiru oleh pemda lainnya.
1

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak, DJP: Bukan untuk UMKM WP Badan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Surat Tanggapan dalam Proses Gugatan Pajak?

Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Sudah Ikut PPS, Gubernur Ajak Warganya Juga Ungkapkan Hartanya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Leburkan Kegiatan Pemeriksaan & Pengawasan, Ternyata Ini Tujuannya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak di e-Faktur 3.2

Jum'at, 27 Mei 2022 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Restitusi Pajak Diprediksi Meningkat, DJP: Berkat Tingginya Impor