Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Genjot Anggaran, Menkeu Usul Cukai Tembakau Dikerek

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Jerman berencana menambal kesenjangan multi-miliar euro dalam anggaran federal sekaligus melawan dampak perlambatan ekonomi dunia dengan tarif cukai tembakau yang lebih tinggi.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menginginkan peningkatan tarif cukai tembakau secara bertahap selama 5 tahun mulai 2020. Dia telah membuat proposal pada pekan lalu selama pertemuan tertutup dengan anggota senior pemerintah koalisi Kanselir Angela Merkel.

“Langkah ini bisa membawa pendapatan cukai tambahan hingga EUR4 miliar (Rp64,59 triliun) dari 2020-2024,” demikian menurut laporan Der Spiegel, Selasa (21/5).

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Vape Disetujui

Kendati demikian, juru bicara pemerintah menyebutkan peningkatan tarif cukai tembakau yang lebih tinggi bukan merupakan prioritas bagi pemerintah. Namun, partai-partai koalisi akan membahas mengenai kenaikan cukai tersebut jika dianggap benar-benar dibutuhkan.

Pemerintah Jerman telah memangkas prediksi pertumbuhan 2019 dan prediksi penerimaan pajak, meninggalkan pemerintah dengan ruang terbatas untuk langkah-langkah fiskal tambahan dalam menghadapi perlambatan ekonomi terbesar di Eropa.

Kementerian Keuangan Jerman juga telah memprediksi prospek anggaran tidak berjalan dengan baik, sehingga menuntun pemerintah federal  menghadapi terjadinya kekurangan anggaran sebanyak EUR10,5 miliar (Rp169,56 triliun) hingga 2023.

Baca Juga: Salah Satu Bos Deutsche Bank Jadi Target Penyelidikan Pajak, Ada Apa?

Usulan peningkatan tarif cukai tembakau dianggap cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pemerintah. Mengingat, pendapatan cukai tembakau Jerman tembus EUR14 miliar (Rp226,09 triliun) pada tahun lalu. (Bsi)

“Langkah ini bisa membawa pendapatan cukai tambahan hingga EUR4 miliar (Rp64,59 triliun) dari 2020-2024,” demikian menurut laporan Der Spiegel, Selasa (21/5).

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Vape Disetujui

Kendati demikian, juru bicara pemerintah menyebutkan peningkatan tarif cukai tembakau yang lebih tinggi bukan merupakan prioritas bagi pemerintah. Namun, partai-partai koalisi akan membahas mengenai kenaikan cukai tersebut jika dianggap benar-benar dibutuhkan.

Pemerintah Jerman telah memangkas prediksi pertumbuhan 2019 dan prediksi penerimaan pajak, meninggalkan pemerintah dengan ruang terbatas untuk langkah-langkah fiskal tambahan dalam menghadapi perlambatan ekonomi terbesar di Eropa.

Kementerian Keuangan Jerman juga telah memprediksi prospek anggaran tidak berjalan dengan baik, sehingga menuntun pemerintah federal  menghadapi terjadinya kekurangan anggaran sebanyak EUR10,5 miliar (Rp169,56 triliun) hingga 2023.

Baca Juga: Salah Satu Bos Deutsche Bank Jadi Target Penyelidikan Pajak, Ada Apa?

Usulan peningkatan tarif cukai tembakau dianggap cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pemerintah. Mengingat, pendapatan cukai tembakau Jerman tembus EUR14 miliar (Rp226,09 triliun) pada tahun lalu. (Bsi)

Topik : cukai rokok, tembakau, jerman
artikel terkait
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA