Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Ekspat Kena Retribusi US$100/Bulan

0
0

KLATEN, DDTCNews – Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kabupaten (Dinsosnakertrans) Klaten berencana akan menarik retribusi US$100 setiap bulannya bagi pekerja asing atau ekspat di Kabupaten Klaten. Hal ini dilakukan guna menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Klaten Widada Kusnin Supriyadi mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mendata pekerja asing yang ada di perusahaan di Klaten. Hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat 26 orang pekerja asing.

“Terutama perusahaan-perusahaan asing di Klaten, ada pekerja asingnya. Hanya ada beberapa orang yang tidak setiap saat berada di Klaten. Misalnya, tiga bulan berada di Klaten kemudian kembali ke daerah asal mereka. Rata-rata bekerja sebagai supervisor,” ujar Widada seperti dilansir melalui solopos.com.

Baca Juga: Perkembangan Tax Ratio Provinsi di Indonesia

Rencana penarikan retribusi pekerja asing sudah bergulir sejak awal tahun lalu bersamaan dengan selesainya pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Izin Mempekerjakan Tenaga Asing yang menjadi payung hukum penarikan retribusi.

Hingga saat ini, Perda masih berada di tingkat provinsi. Dinsosnakertrans berjanji pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ke perusahaan segera setelah Perda turun. "Setelah semuanya siap, aturan akan segera diberlakukan," katanya.

Widada mengatakan setiap pekerja asing harus membayar retribusi tersebut. Dinsosnakertrans akan melakukan penarikan setiap bulannya karena pekerja asing tak selamanya bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Klaten.

Baca Juga: Taktik Ini Dianggap Mampu Raup Retribusi Parkir Rp5 Miliar

Dispenda menargetkan ada tambahan kas daerah Rp200 juta di tahun ini dari penarikan retribusi terhadap pekerja asing tersebut, meskipun realisasi peraturan ini masih menunggu payung hukum. (Amu)

“Terutama perusahaan-perusahaan asing di Klaten, ada pekerja asingnya. Hanya ada beberapa orang yang tidak setiap saat berada di Klaten. Misalnya, tiga bulan berada di Klaten kemudian kembali ke daerah asal mereka. Rata-rata bekerja sebagai supervisor,” ujar Widada seperti dilansir melalui solopos.com.

Baca Juga: Perkembangan Tax Ratio Provinsi di Indonesia

Rencana penarikan retribusi pekerja asing sudah bergulir sejak awal tahun lalu bersamaan dengan selesainya pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Izin Mempekerjakan Tenaga Asing yang menjadi payung hukum penarikan retribusi.

Hingga saat ini, Perda masih berada di tingkat provinsi. Dinsosnakertrans berjanji pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ke perusahaan segera setelah Perda turun. "Setelah semuanya siap, aturan akan segera diberlakukan," katanya.

Widada mengatakan setiap pekerja asing harus membayar retribusi tersebut. Dinsosnakertrans akan melakukan penarikan setiap bulannya karena pekerja asing tak selamanya bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Klaten.

Baca Juga: Taktik Ini Dianggap Mampu Raup Retribusi Parkir Rp5 Miliar

Dispenda menargetkan ada tambahan kas daerah Rp200 juta di tahun ini dari penarikan retribusi terhadap pekerja asing tersebut, meskipun realisasi peraturan ini masih menunggu payung hukum. (Amu)

Topik : berita pajak daerah, retribusi, tenaga asing, kabupaten klaten
artikel terkait
Rabu, 27 Juli 2016 | 13:25 WIB
KOTA PEKANBARU
Rabu, 10 Agustus 2016 | 17:26 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Selasa, 28 November 2017 | 16:01 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30 WIB
BALIKPAPAN
berita pilihan
Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:20 WIB
KOTA SOLO
Senin, 22 Oktober 2018 | 12:01 WIB
PROVINSI BANGKA BELITUNG
Senin, 30 Juli 2018 | 16:22 WIB
KABUPATEN CILACAP
Senin, 25 September 2017 | 11:15 WIB
KABUPATEN BERAU
Jum'at, 14 September 2018 | 12:58 WIB
KABUPATEN CILACAP
Rabu, 09 Agustus 2017 | 13:33 WIB
KABUPATEN BEKASI
Jum'at, 15 Desember 2017 | 10:17 WIB
KABUPATEN BENGKALIS
Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:50 WIB
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Senin, 04 September 2017 | 10:45 WIB
KABUPATEN KUTAI TIMUR
Rabu, 06 September 2017 | 11:01 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR