Review
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:09 WIB
ALI SADIKIN:
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:29 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Efek Digitalisasi, Menkeu: Jangan Hanya Fokus pada Pengembangan IQ

A+
A-
5
A+
A-
5
Efek Digitalisasi, Menkeu: Jangan Hanya Fokus pada Pengembangan IQ

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Memasuki era revolusi industri 4.0, banyak pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pendekatan pendidikan yang hanya fokus pengembangan intelligence quotient (IQ) saja tidak lagi relevan.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri acara milad Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Rabu (2/10/2019). Menurutnya, jika harus berkompetisi dengan robot dari sisi IQ, kemungkinan manusia akan dikalahkan.

“Ilmu yang sifatnya memorizing atau menghafal akan sangat mudah digantikan oleh AI. Sekarang ini robot IQ-nya mudah mencapai 700 bahkan sekarang sudah 70.000. [Sementara] orang dengan IQ 150 sudah dianggap jenius,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Bansos Produktif UMKM Cair Bulan Ini

Oleh karena itu, pendekatan pendidikan harus mulai mengasah kemampuan emotional intelligence (EI). Generasi muda, sambungnya, harus mengasah keahlian yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga mengasah kepekaan, rasa, dan kreativitas.

Setiap individu yang bisa menggabungkan segala keahlian tersebut diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang kompleks dan rumit yang memerlukan penanganan kecerdasan maupun empati dan inovasi.

Menurutnya, terdapat beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan oleh mesin, misalnya empati, kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks. Untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul di era teknologi, setiap individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Sri Mulyani Rilis PMK Pertanggungjawaban Pajak DTP

“Lapangan kerja yang bersifat manual, repetitif sangat mudah diganti oleh robot dan terkena dampak otomatisasi,” imbuh Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan menyarankan agar Unisa dapat mendesain kurikulum sesuai perkembangan zaman. Ilmu dan keahlian yang akan bersifat jangka panjang perlu diidentifikasi, dipertahankan, dan ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi.

“Kita harus mampu mendidik manusia yang tidak hanya memorizing melakukan manual work, tetapi yang mampu melakukan analytical work, kreativitas, dan suatu complex problem solving. Itu hanya bisa dilakukan oleh manusia melalui interaksi otak dan hati. Robot bisa menggantikan [kecerdasan] otak kita tapi dia tidak bisa meng-create hati,” katanya. (kaw)

Baca Juga: Asyik, Sri Mulyani Sebut PNS Eselon I dan II Juga Dapat Gaji Ke-13

Topik : digitalisasi, robot, IQ, EQ, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 03 Agustus 2020 | 10:08 WIB
PANDEMI COVID-19
Rabu, 29 Juli 2020 | 10:42 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 28 Juli 2020 | 15:55 WIB
RAPBN 2021
berita pilihan
Rabu, 12 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KESEJAHTERAAN SOSIAL
Rabu, 12 Agustus 2020 | 06:00 WIB
BELANDA
Selasa, 11 Agustus 2020 | 17:08 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:39 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:52 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:51 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:45 WIB
KORPORASI
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:07 WIB
KABUPATEN TEMANGGUNG