Fokus
Data & alat
Kamis, 09 April 2020 | 14:58 WIB
STATISTIK PAJAK WARISAN
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Kamis, 09 April 2020 | 15:59 WIB
EDUKASI PAJAK
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Reportase

Efek Corona, Tarif PPh Badan dan PPN Dipangkas

A+
A-
1
A+
A-
1
Efek Corona, Tarif PPh Badan dan PPN Dipangkas

Ilustrasi.

NAIROBI, DDTCNews—Presiden Kenya Uhuru Kenyatta berencana memangkas tarif sejumlah jenis pajak untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi corona atau Covid-19.

Kebijakan yang diluncurkan di antaranya keringanan pajak untuk warga dengan pendapatan kotor senilai 24.000 Shilling Kenya atau setara dengan Rp3,7 juta. Nanti, pajak penghasilan untuk mereka dibebaskan 100%.

“Saya telah mengarahkan Departemen Keuangan untuk memberi keringanan pajak sebesar 100% untuk orang dengan pendapatan kotor 24.000 Shilling Kenya per bulan,” ujar Kenyatta, Rabu (25/3/2020)

Baca Juga: Ini 4 Insentif Pajak Baru Terkait Barang & Jasa untuk Tangani Corona

Kenyatta juga memangkas tarif pajak penghasilan orang pribadi dari 30% menjadi 25%. Begitu pula dengan tarif pajak perusahaan yang sedianya sebesar 30% juga akan dipangkas menjadi 25%.

Tarif pajak atas omset atau turnover tax juga akan dipangkas dari 3% menjadi 1%. Untuk diketahui, turnover tax merupakan pajak serupa PPN. Di Afrika Selatan, turnover tax itu dikenakan atas pendapatan kotor bagi usaha kecil.

Lebih lanjut, bagi pengusaha yang memilih untuk dikenakan pajak dengan turnover tax maka akan dibebaskan dari PPN. Selain itu, pengusaha tersebut berhak atas tarif yang lebih rendah tetapi tidak diberikan pengurangan apapun.

Baca Juga: Wah, Ada Beleid Insentif PPN Barang & Jasa untuk Penanganan Covid-19

Lebih lanjut, Kenyatta juga memerintahkan pemangkasan tarif PPN dari 16% menjadi 14% yang berlaku efektif mulai 1 April 2020.

Tak hanya itu, ia juga meminta pembayaran seluruh klaim pengembalian PPN yang terverifikasi senilai 10 miliar shilling Kenya atau sekitar Rp1,5 triliun dipercepat menjadi tiga pekan.

Kenyatta berharap percepatan restitusi PPN ini dapat meningkatkan arus kas dari para pengusaha. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan pada akhirnya dapat melindungi lapangan pekerjaan serta pengusaha di Kenya

Baca Juga: Jokowi Larang ASN dan Pegawai BUMN Mudik Lebaran Tahun ini

“Kebijakan ini adalah untuk melindungi lapangan pekerjaan bagi warga kita dan ketidakpastian bagi para pengusaha,” tegas Kenyatta, seperti dilansir Capital Business. (rig)

“Saya telah mengarahkan Departemen Keuangan untuk memberi keringanan pajak sebesar 100% untuk orang dengan pendapatan kotor 24.000 Shilling Kenya per bulan,” ujar Kenyatta, Rabu (25/3/2020)

Baca Juga: Ini 4 Insentif Pajak Baru Terkait Barang & Jasa untuk Tangani Corona

Kenyatta juga memangkas tarif pajak penghasilan orang pribadi dari 30% menjadi 25%. Begitu pula dengan tarif pajak perusahaan yang sedianya sebesar 30% juga akan dipangkas menjadi 25%.

Tarif pajak atas omset atau turnover tax juga akan dipangkas dari 3% menjadi 1%. Untuk diketahui, turnover tax merupakan pajak serupa PPN. Di Afrika Selatan, turnover tax itu dikenakan atas pendapatan kotor bagi usaha kecil.

Lebih lanjut, bagi pengusaha yang memilih untuk dikenakan pajak dengan turnover tax maka akan dibebaskan dari PPN. Selain itu, pengusaha tersebut berhak atas tarif yang lebih rendah tetapi tidak diberikan pengurangan apapun.

Baca Juga: Wah, Ada Beleid Insentif PPN Barang & Jasa untuk Penanganan Covid-19

Lebih lanjut, Kenyatta juga memerintahkan pemangkasan tarif PPN dari 16% menjadi 14% yang berlaku efektif mulai 1 April 2020.

Tak hanya itu, ia juga meminta pembayaran seluruh klaim pengembalian PPN yang terverifikasi senilai 10 miliar shilling Kenya atau sekitar Rp1,5 triliun dipercepat menjadi tiga pekan.

Kenyatta berharap percepatan restitusi PPN ini dapat meningkatkan arus kas dari para pengusaha. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan pada akhirnya dapat melindungi lapangan pekerjaan serta pengusaha di Kenya

Baca Juga: Jokowi Larang ASN dan Pegawai BUMN Mudik Lebaran Tahun ini

“Kebijakan ini adalah untuk melindungi lapangan pekerjaan bagi warga kita dan ketidakpastian bagi para pengusaha,” tegas Kenyatta, seperti dilansir Capital Business. (rig)

Topik : efek virus corona, insentif pajak, pemangkasan tarif pajak, PPh badan, PPN, Kenya, internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Selasa, 07 April 2020 | 14:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 07 April 2020 | 12:45 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 07 April 2020 | 11:13 WIB
PELAPORAN SPT
berita pilihan
Kamis, 09 April 2020 | 19:19 WIB
PMK 28/2020
Kamis, 09 April 2020 | 18:31 WIB
PMK 28/2020
Kamis, 09 April 2020 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 09 April 2020 | 17:56 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 09 April 2020 | 17:35 WIB
PENGADILAN PAJAK (5)
Kamis, 09 April 2020 | 17:32 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 09 April 2020 | 17:09 WIB
STIMULUS ATASI VIRUS CORONA
Kamis, 09 April 2020 | 16:25 WIB
INDONESIA TAXATION QUARTERLY REPORT Q1-2020
Kamis, 09 April 2020 | 16:21 WIB
AMERIKA SERIKAT