Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Duh, Setoran Pajak Kuartal I/2019 Melambat Signifikan

A+
A-
1
A+
A-
1
Duh, Setoran Pajak Kuartal I/2019 Melambat Signifikan

Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kanan) bersama Dirjen Bea dan Cukai (kiri) dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/4/2019). 

JAKARTA, DDTCNews – Kinerja penerimaan pajak hingga Maret 2019 tercatat tumbuh melambat signifikan.

Ditjen Pajak (DJP) mencatat penerimaan pajak hingga akhir Maret 2019 senilai Rp248,98 triliun. Capaian tersebut tumbuh 1,82% dari periode yang sama tahun lalu (year on year). Laju pertumbuhan tersebut turun drastis dari posisi per akhir Maret 2018 yang mampu mencapai 10%.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan faktor restitusi yang dipercepat menjadi pangkal laju penerimaan pajak tidak sebaik tahun lalu, terutama pada sektor pajak nonmigas. Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya restitusi yang diberikan kepada wajib pajak.

Baca Juga: DJP Sudah Tetapkan Target Kepatuhan Formal Wajib Pajak, Lihat di Sini

“Penjelasanya adalah adanya percepatan restitusi yang tumbuhnya cukup drastis,” katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/4/2019).

Lebih lanjut Robert menjelaskan data restitusi pada kuartal I/2019 mencapai Rp50,65 triliun. Angka ini tumbuh 47,8% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun pertumbuhan restitusi pada periode yang sama tahun lalu hanya tercatat sekitar 20%.

Lonjakan restitusi ini kemudian tercermin dari penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri yang terkontraksi. Pada kuartal I/2018, PPN dalam negeri mampu tumbuh 47%. Namun, angka itu berbalik pada kuartal I/2019 pertumbuhannya -15,05%.

Baca Juga: Masuk Musim Lapor SPT Ini Tugas DJP Jadi Lebih Mudah?

Robert menambahkan faktor lain yang turut memengaruhi penerimaan pajak pada kuartal I adalah turunnya setoran pajak sektor impor. Kinerja PPh 22 impor hanya tumbuh 2,79%. Padahal pada periode yang sama tahun lalu mampu tumbuh 13,45%. Kemudian PPN impor yang tumbuh negatif 0,46%, sedangkan pada kuartal I 2018 mampu tumbuh hingga 40%.

“Penurunan di kuartal I ada dua penyebabnya. Pertama adalah restitusi yang dipercepat dan kedua adalah impor yang pertumbuhannya hampir semuanya turun," paparnya. (kaw)

Berikut rincian penerimaan pajak Januari hingga akhir Maret.

Baca Juga: Kata Sri Mulyani, Virus Corona Pengaruhi Setoran Pajak di 2 Sektor Ini
Uraian Realisasi 2018
(Rp Triliun)
Realisasi 2019 (Rp Triliun) Pertumbuhan 2018 (%) Pertumbuhan 2019 (%)
PPh Nonmigas 132,8 142,8 8,3 7,5
PPN & PPnBM 98,7 89,9 15,0 (8,9)
PBB (0,1) 0,3 (119,2) 363,0
Pajak Lainnya 1,7 1,5 (0.0) (10,4)
PPh Migas 11,4 14,5 (3,4) 26,5
Jumlah Total 244,5 248,98 9,94 1,82
Jumlah Pajak Nonmigas 233,1 234,5 16,8 0,6

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan faktor restitusi yang dipercepat menjadi pangkal laju penerimaan pajak tidak sebaik tahun lalu, terutama pada sektor pajak nonmigas. Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya restitusi yang diberikan kepada wajib pajak.

Baca Juga: DJP Sudah Tetapkan Target Kepatuhan Formal Wajib Pajak, Lihat di Sini

“Penjelasanya adalah adanya percepatan restitusi yang tumbuhnya cukup drastis,” katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/4/2019).

Lebih lanjut Robert menjelaskan data restitusi pada kuartal I/2019 mencapai Rp50,65 triliun. Angka ini tumbuh 47,8% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun pertumbuhan restitusi pada periode yang sama tahun lalu hanya tercatat sekitar 20%.

Lonjakan restitusi ini kemudian tercermin dari penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri yang terkontraksi. Pada kuartal I/2018, PPN dalam negeri mampu tumbuh 47%. Namun, angka itu berbalik pada kuartal I/2019 pertumbuhannya -15,05%.

Baca Juga: Masuk Musim Lapor SPT Ini Tugas DJP Jadi Lebih Mudah?

Robert menambahkan faktor lain yang turut memengaruhi penerimaan pajak pada kuartal I adalah turunnya setoran pajak sektor impor. Kinerja PPh 22 impor hanya tumbuh 2,79%. Padahal pada periode yang sama tahun lalu mampu tumbuh 13,45%. Kemudian PPN impor yang tumbuh negatif 0,46%, sedangkan pada kuartal I 2018 mampu tumbuh hingga 40%.

“Penurunan di kuartal I ada dua penyebabnya. Pertama adalah restitusi yang dipercepat dan kedua adalah impor yang pertumbuhannya hampir semuanya turun," paparnya. (kaw)

Berikut rincian penerimaan pajak Januari hingga akhir Maret.

Baca Juga: Kata Sri Mulyani, Virus Corona Pengaruhi Setoran Pajak di 2 Sektor Ini
Uraian Realisasi 2018
(Rp Triliun)
Realisasi 2019 (Rp Triliun) Pertumbuhan 2018 (%) Pertumbuhan 2019 (%)
PPh Nonmigas 132,8 142,8 8,3 7,5
PPN & PPnBM 98,7 89,9 15,0 (8,9)
PBB (0,1) 0,3 (119,2) 363,0
Pajak Lainnya 1,7 1,5 (0.0) (10,4)
PPh Migas 11,4 14,5 (3,4) 26,5
Jumlah Total 244,5 248,98 9,94 1,82
Jumlah Pajak Nonmigas 233,1 234,5 16,8 0,6
Topik : kinerja fiskal, penerimaan pajak, Ditjen Pajak, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 06 Februari 2020 | 18:05 WIB
PENGISIAN SPT
Senin, 27 Januari 2020 | 12:55 WIB
INDIA
Selasa, 28 Januari 2020 | 09:32 WIB
HUKUM PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 21 Februari 2020 | 07:48 WIB
BERITA PERPAJAKAN HARI INI
Jum'at, 21 Februari 2020 | 07:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK