Fokus
Data & Alat
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Rabu, 28 April 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 28 APRIL - 4 MEI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Duh, Kasus Pajaknya Kembali Dibuka, Shakira Bisa Masuk Penjara

A+
A-
0
A+
A-
0
Duh,  Kasus Pajaknya Kembali Dibuka, Shakira Bisa Masuk Penjara

Penyanyi Shakira (kiri) bersama kekasihnya pesepakbola Barcelona Gerard Pique. (Foto: Bryan R. Smith/AFP/Getty Images/elitedaily.com)

MADRID, DDTCNews - Badan Pajak Spanyol kembali membuka kasus penggelapan pajak ke pengadilan yang dilakukan oleh penyanyi pop asal Kolombia, Shakira Isabel Mebarak Ripoll atau populer disebut Shakira.

Otoritas pajak mengirim laporan baru ke pengadilan yang isinya menegaskan dosa Shakira melakukan penggelapan pajak senilai €14,5 juta atau setara Rp235 miliar dalam ranah pidana perpajakan. Praktik tersebut dilakukan pada tahun fiskal 2012 dan 2014.

"Dia [Shakira] telah berbohong tentang tinggal [periode waktu] di Spanyol dan menyembunyikan penghasilannya melalui jaringan perusahaan," tulis laporan Badan Pajak Spanyol, seperti dikutip Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Eks Bintang Real Madrid Ini Dua Kali Menang Sengketa Pajak

Otoritas pajak menyatakan argumen Shakira dia tinggal di Spanyol kurang dari 184 hari bertentangan dengan data yang dimiliki oleh departemen keuangan. Argumen tentang time test tersebut digunakan Shakira untuk tidak membayar pajak di Spanyol.

Laporan badan pajak sudah ditindaklanjuti oleh Pengadilan Barcelona. Persidangan akan dimulai pada 8 Juli 2021 dengan agenda presentasi laporan oleh Departemen Keuangan Spanyol tentang kewajiban perpajakan Shakira dan dihadiri oleh pengacara.

Sebelumnya, fiskus sudah memberikan laporan yang sama kepada kejaksaan pada Januari 2020. Isi laporan tersebut menyebutkan Shakira melakukan pelanggaran hukum pidana perpajakan Spanyol dan merugikan perbendaharaan umum negara pada 2018.

Baca Juga: WP di Dua Negara Ini Rela Bayar Pajak Lebih Besar untuk Pekerja Publik

Pelantun lagu Waka Waka itu dituding melakukan praktik perencanaan pajak agresif untuk menghindari kewajiban membayar pajak penghasilan dan kekayaan di Spanyol.

Modus yang digunakan adalah menggunakan jaringan perusahaan yang berbasis di negara suaka pajak. Laporan tersebut dilanjutkan oleh jaksa penuntut umum untuk kembali membuka kasus pajak Shakira di pengadilan.

Data terbaru milik otoritas menyebut penghasilan Shakira selama bermukim di Spanyol digunakan untuk menjalankan bisnis parfum di AS dengan merek La Voz. Pergerakan modal dilakukan melalui perusahaan yang terdaftar di Virgin Islands, Cayman Islands, Malta, Panama dan Luksemburg.

Baca Juga: Deteksi Penggelapan Pajak, Audit dan Standar Lapkeu Perlu Diperkuat

Seperti dilansir euroweeklynews, persoalan pajak Shakira sebenarnya sudah tuntas beberapa tahun lalu dengan pembayaran utang pajak beserta sanksi bunga sebesar €14,5 juta.

Shakira menegaskan dengan pembayaran utang pajak tersebut dia tidak lagi memiliki kewajiban membayar pajak selama berada di Spanyol. Pasalnya, dia hanya datang sesekali ke Negeri Matador saat menemani sang kekasih yaitu pesepakbola Barcelona Gerard Pique. (Bsi)

Baca Juga: Profesi Advokat Hingga Akuntan Masih Terlibat TPPU, Aturan Diperjelas
Topik : shakira, gerard pique, penggelapan pajak, Spanyol
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Minggu, 17 Januari 2021 | 15:01 WIB
NIGERIA
Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:01 WIB
PENCUCIAN UANG
berita pilihan
Senin, 10 Mei 2021 | 14:12 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 13:51 WIB
VAKSIN COVID-19
Senin, 10 Mei 2021 | 13:15 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 13:10 WIB
THAILAND
Senin, 10 Mei 2021 | 13:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Senin, 10 Mei 2021 | 12:54 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Senin, 10 Mei 2021 | 12:30 WIB
KABUPATEN SUBANG
Senin, 10 Mei 2021 | 11:45 WIB
SURVEI BANK INDONESIA