Fokus
Literasi
Rabu, 30 September 2020 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 09:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Data & alat
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 30 September 2020 | 13:20 WIB
DDTC PODTAX
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Dorong Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Diskon Tarif PPN Hingga 50%

A+
A-
0
A+
A-
0
Dorong Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Diskon Tarif PPN Hingga 50%

Salah satu sudut di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. (Foto: covermore.com.au)

HANOI, DDTCNews—Para pelaku usaha di Vietnam meminta pemerintah memangkas tarif pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 50% demi memuluskan upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus Corona saat ini.

Tran Thi Kim Nhung, Direktur Kim Dong Thuan Company, mengatakan pemberian insentif pajak seperti diskon tarif PPN cukup dibutuhkan. Menurutnya, pemangkasan tarif PPN dapat membantu pelaku usaha pulih lebih cepat setelah pandemi berakhir.

“Kami mengapresiasi adanya perpanjangan deadline pembayaran pajak. Keputusan itu cukup membantu kami, tetapi kami ingin pemerintah dapat juga mengurangi tarif PPN, setidaknya sebesar 50%,” katanya, Senin (11/5/2020).

Baca Juga: Insentif Pajak Bagi Pengusaha Beragam, Akademisi: Sudah Lengkap

Nhung menilai pemotongan tarif PPN akan mengurangi harga jual barang, sekaligus dapat mendorong konsumsi masyarakat. Menurut Nhung, konsumsi masyarakat yang kembali tumbuh akan berdampak positif bagi produksi pelaku usaha.

Usulan serupa dilayangkan produsen semen di Ho Chi Minh City. Saat ini harga semen sebelum dikenai pajak sekitar VND80.000 per kantong, tetapi naik menjadi VND88.000 karena tarif PPN 10%.

Apabila ada potongan tarif 50%, harga semen menjadi VND84.000 per kantong. Angka itu dinilai cukup menarik bagi pembeli untuk kembali berbelanja. Untuk diketahui, penjualan semen sepanjang kuartal I/2020 anjlok hingga 5 juta ton.

Baca Juga: Dampak Insentif Pajak Bagi Pengusaha di Banten, Seperti Apa?

Tak hanya itu, produsen semen tersebut juga meyakini penurunan tarif PPN bisa mengurangi tumpukan stok di gudang yang saat ini 2,35 kali lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, pelaku usaha dari sektor pariwisata juga turut meminta pemangkasan tarif PPN. Pelaku usaha pariwisata merupakan salah satu sektor paling terdampak dari pandemi Corona. Misal, 90% agen travel terpaksa berhenti beroperasi.

Pendapatan sektor pariwisata pada Maret 2020 ditaksir anjlok 71% menjadi VND2,2 triliun atau Rp1,4 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini juga membuat sebanyak 70% tenaga kerja pariwisata terpaksa dirumahkan.

Baca Juga: Diperpanjang Lagi! Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 30 Oktober

Tak hanya pelaku usaha, Kementerian Konstruksi Vietnam juga diketahui mengusulkan pemangkasan tarif PPN menjadi 5% untuk mendukung industri konstruksi. Mereka bahkan telah mengirimkan surat kepada Perdana Menteri.

Menurut analis setempat sebagaimana dilansir dari Vietnamnews, tarif PPN di Vietnam memang tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Misal, tarif PPN di Thailand sebesar 7%, Malaysia 6% dan Singapura 7%. (rig)

Baca Juga: Ini Sebab Insentif Pajak di Italia Menyasar Warga Kelas Menengah
Topik : insentif pajak, diskon pajak, tarif PPN, pajak pertambahan nilai, Vietnam, internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Sabtu, 26 September 2020 | 14:15 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 11:47 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 15:23 WIB
EFEK VIRUS CORONA
berita pilihan
Rabu, 30 September 2020 | 16:21 WIB
BEA METERAI
Rabu, 30 September 2020 | 15:58 WIB
BEA METERAI
Rabu, 30 September 2020 | 15:47 WIB
E-FAKTUR 3.0
Rabu, 30 September 2020 | 15:45 WIB
PP 52/2020
Rabu, 30 September 2020 | 15:15 WIB
E-FAKTUR 3.0
Rabu, 30 September 2020 | 15:00 WIB
HAK WAJIB PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:12 WIB
PMK 134/2020