Berita
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 14:00 WIB
LOMBA GRAFITAX DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Literasi
Jum'at, 27 November 2020 | 19:34 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 27 November 2020 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 26 November 2020 | 16:36 WIB
PROFIL PERPAJAKAN GRENADA
Kamis, 26 November 2020 | 13:48 WIB
BEA METERAI (3)
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 28 November 2020 | 15:14 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Sabtu, 28 November 2020 | 14:15 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Glosarium

Dituding Banyak Kirim SP2DK, Ini Kata DJP

A+
A-
57
A+
A-
57
Dituding Banyak Kirim SP2DK, Ini Kata DJP

Kantor pusat Ditjen Pajak. (Foto: DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menekankan aktivitas pengawasan seperti melalui pengiriman surat permintaan penjelasan atas data dan/atau keterangan (SP2DK) ataupun aktivitas pengawasan lainnya merupakan hal yang rutin dilakukan otoritas pajak.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan dengan semakin banyaknya data yang diperoleh DJP, maka akan ada tindak lanjut dari kantor pelayanan pajak (KPP) melalui SP2DK, konseling, dan kegiatan rutin lainnya.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Pemerintah Dinilai Sudah Berorientasi Jangka Panjang

"Fungsi DJP kan harus tetap berjalan juga, sepanjang wajib pajak telah melaksanakan kewajiban pajaknya dengan benar, mestinya tidak perlu ada kekhawatiran," ujar Hestu, Jumat (13/11/2020).

Seperti diketahui sebelumnya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengeluhkan banyaknya pengiriman SP2DK kepada wajib pajak ditengah kondisi ekonomi yang sedang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Ajib Hamdani mengatakan pengiriman SP2DK di tengah pandemi Covid-19 tidak sejalan dengan tujuan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Baca Juga: Jembatani Wajib Pajak dengan DJP, Akuntan Punya Peran Penting

Ajib menceritakan banyak wajib pajak yang menerima SP2DK atas penghasilan pada tahun-tahun sebelum pandemi. Memang, DJP memiliki kewenangan untuk menerbitkan SP2DK sepanjang masih belum melampaui daluwarsa.

"Permasalahannya adalah sekarang jangankan mikir pajak, buat bertahan saja sudah bagus. PSBB tidak habis-habis seperti ini banyak usaha yang sudah di ambang batas kemampuan bertahannya," kata Ajib.

Ajib mengatakan dunia usaha baru akan mulai pulih pada pertengahan 2021 dan baru akan sepenuhnya kembali normal pada 2022. Untuk mendukung pemulihan dunia usaha, Ajib mengatakan pemerintah perlu memberikan kebijakan ekstra kepada dunia usaha.

Baca Juga: Pandemi Jadi Momentum Solidaritas Pajak Menyambut Era Baru

Perlu ada perlakuan khusus atas bagi dunia usaha baik berupa insentif pajak untuk kewajiban pajak tahun berjalan maupun untuk kewajiban pajak beberapa tahun sebelumnya.

"Ini diperlukan agar tidak ada lagi cerita pemerintah pusat bicara PEN sedangkan di lapangan fiskus mengejar wajib pajak untuk tahun-tahun sebelumnya," kata Ajib. (Bsi)

Baca Juga: Hasil Survei DJP: 70% WP Puas dengan Adanya Insentif Pajak
Topik : insentif pajak, SP2DK, Hipmi, DJP
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Bambang Prasetia

Jum'at, 20 November 2020 | 23:07 WIB
Dari jaman jebot..Pajak memang kurang disukai oleh sipapun.. Sering terjadi enggan u dipanggil ke Kantor pajak, artinya bhw perilaku Tax Payer sangat rasional. Disisi lain pembuat kebijakan perpajakan sll dikatakan miring ke atas.. Klo mau pemerintahan yang Kuat dan punya wibawa, mk pihak instansi p ... Baca lebih lanjut

Bambang Prasetia

Jum'at, 20 November 2020 | 22:32 WIB
Pastikan data valid, ll buat aturan ketetapaan sementara pake mesin hitung yang canggih. Apabila dlm wt ttt tidak ada respons..suruh fiskus turun..kelokasi dst.. Tapi apakah SDM dan IT DJP mampu siasati persoalan ini dengan "adem ayem" agar tak dianggap brisik mlulu. Himbauan harusnya berupa kert ... Baca lebih lanjut

Benz Susilo

Selasa, 17 November 2020 | 11:21 WIB
tax amnesty ke dua harus di adakan kembali .karena gak semua warga Indonesia yang ikuti dan ngerti pajak. banyak rakyat Indonesia terutama di pelosok yg takut ikut tax amnesty pertama sehingga terlewati.

Bambang Prasetia

Jum'at, 20 November 2020 | 22:16 WIB
ya diudak dulu baru kasih TA namun jgn rendah spt yll... kasih saja 5-10 % namun klo kedaluarsa gimana... TA nya yll radha grusa grusu..belum diudak sdh dikasi ampunan..eunak buanget kaum konglo .. UMKM saza harus bayar dari omset.. bayangkan sisi kepatutannya dimana ya..?

Nurkholis

Selasa, 17 November 2020 | 04:50 WIB
Jangankan SP2DK tahun 2016 sd 2019, yg lebih berat dan sakit bagi Wajib Pajak adalah peserta Tax Amnesty yg terlewat pengungkapan hartanya yg tdk dibatasi oleh tahun daluwarsa.. tak ada kepastisn hukum kpn selesainya dan cenderung terdapat perlakuan tidak adil antar AR/KPP. Pokok dan Dendanya luar b ... Baca lebih lanjut

Bambang Prasetia

Jum'at, 20 November 2020 | 22:44 WIB
emang eunak.. ya gitu habis manis sepah dibuang.. mending klo jadi pupuk..klo jadi racun gmn?. Terlihat aturan demi aturan sll tambal sulam..mk bt Tax Reform yang lengkap gitu lah. Krn banyak aturan yang ambegue, tumpang tindih kurang "equaiity".. ngalor ngidul interpretasi Hukumnya. Ya selamat yan ... Baca lebih lanjut

Nurkholis

Selasa, 17 November 2020 | 04:42 WIB
a

Dede Ruslan

Senin, 16 November 2020 | 22:24 WIB
Betul juga oak.....
1
artikel terkait
Rabu, 25 November 2020 | 10:34 WIB
PROVINSI SUMATERA SELATAN
Selasa, 24 November 2020 | 17:05 WIB
PMK 147/2020
Selasa, 24 November 2020 | 15:46 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Selasa, 24 November 2020 | 14:30 WIB
KONSULTASI
berita pilihan
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Minggu, 29 November 2020 | 13:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Minggu, 29 November 2020 | 12:01 WIB
INFORMASI PUBLIK
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:55 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 10:00 WIB
PODTAX
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN: