Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Deteksi Penggelapan Pajak, Audit dan Standar Lapkeu Perlu Diperkuat

A+
A-
0
A+
A-
0
Deteksi Penggelapan Pajak, Audit dan Standar Lapkeu Perlu Diperkuat

FENOMENA penggelapan pajak masih kerap terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Praktik tersebut bahkan disebut-sebut mengalami kenaikan setiap tahunnya sehingga mengindikasikan tingkat kepatuhan pajak yang masih cenderung rendah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Elia Mustikasari menyatakan tren kenaikan praktik penggelapan pajak tersebut berbanding lurus dengan perkembangan shadow economy atau aktivitas ekonomi yang tidak dapat diobservasi.

“Dalam studi IMF tahun 2018, persentase rata-rata shadow economy dunia mencapai 31,9% pada periode 1991-2015 dan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ujarnya.

Baca Juga: Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Menurut Elia, terdapat dua faktor penyebab shadow economy yaitu praktik perusahaan multinasional dan berkembangnya negara tax haven. Keduanya dapat menimbulkan fenomena aggressive tax planning dan penggelapan pajak.

Dalam mengatasi praktik tersebut, ia kemudian menceritakan hasil penelitiannya dalam mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan pemerintah. Salah satu rekomendasi dari studi tersebut adalah meningkatkan kekuatan audit dan standar pelaporan keuangan.

“Kekuatan audit dan standar pelaporan keuangan yang baik dapat memudahkan terdeteksinya kecurangan dan berpengaruh pada turunnya tingkat korupsi. Pada gilirannya, tingkat korupsi yang rendah dapat mendorong penurunan penggelapan pajak,” jelasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir

Penasaran dengan obrolan lengkapnya? Yuk simak DDTC PodTax episode kali ini melalui Youtube atau Spotify! (rig)

Topik : podtax, Elia Mustikasari, universitas airlangga, penggelapan pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 20 Mei 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Mulai Tahun Depan, DJP Tindak Lanjuti Pelaksanaan PPS

Jum'at, 20 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Kemenkeu Bakal Kembali Tawarkan SBSN Khusus PPS, Ini Perinciannya

Jum'at, 20 Mei 2022 | 13:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Inflasi Indonesia 'Hanya' 3,5%, Sri Mulyani: Tekanannya Lebih Rendah

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir