Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Desakan Kenaikan Pajak Rokok Muncul

1
1

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Presiden Filipina Rodrigo Duterte didesak untuk segera mengesahkan sebuah rancangan undang-undang yang berimplikasi pada kenaikan tarif pajak untuk rokok.

Desakan dilancarkan oleh The New Vois Association of the Philippines (NVAP) yang mengacu pada usulan Senator Emmanuel Pacquiao dan Senator JV Ejercito. Kedua senator ini berupaya agar ada kenaikan pajak pada rokok.

“RUU Pacquiao yang bertujuan untuk menaikkan pajak tembakau ke 60 peso akan menyelamatkan 1 juta jiwa. Sementara, jika dinaikkan ke 90 peso sebagaimana ditentukan oleh RUU Ejercito akan secara efektif menyelamatkan 2 juta jiwa,” kata Presiden NVAP Emer Rojas.

Baca Juga: World Bank Puji Reformasi Pajak Duterte

Rojas mengatakan pengenaan pajak tembakau yang lebih tinggi akan membantu pemerintah dalam upaya pencegahan lebih banyak penyakit dan kematian akibat rokok. Jika tindakan kenaikan tarif pajak ini tidak diambil, sambungnya, akan ada lebih 1 juta perokok baru.

Rojas juga menekankan pendapatan atas peningkatan pajak tembakau akan membantu pendanaan program perawatan kesehatan universal (Universal Health Care/UHC). Program dalam bidang kesehatan ini diyakini akan berhasil.  

“Ini akan memastikan keberhasilan program karena pajak tembakau dapat secara berkelanjutan mendanai UHC. Kami perlu memastikan ada pendanaan berkelanjutan untuk mencapai tujuan dari UHC,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Vape Disetujui

“RUU Pacquiao yang bertujuan untuk menaikkan pajak tembakau ke 60 peso akan menyelamatkan 1 juta jiwa. Sementara, jika dinaikkan ke 90 peso sebagaimana ditentukan oleh RUU Ejercito akan secara efektif menyelamatkan 2 juta jiwa,” kata Presiden NVAP Emer Rojas.

Baca Juga: World Bank Puji Reformasi Pajak Duterte

Rojas mengatakan pengenaan pajak tembakau yang lebih tinggi akan membantu pemerintah dalam upaya pencegahan lebih banyak penyakit dan kematian akibat rokok. Jika tindakan kenaikan tarif pajak ini tidak diambil, sambungnya, akan ada lebih 1 juta perokok baru.

Rojas juga menekankan pendapatan atas peningkatan pajak tembakau akan membantu pendanaan program perawatan kesehatan universal (Universal Health Care/UHC). Program dalam bidang kesehatan ini diyakini akan berhasil.  

“Ini akan memastikan keberhasilan program karena pajak tembakau dapat secara berkelanjutan mendanai UHC. Kami perlu memastikan ada pendanaan berkelanjutan untuk mencapai tujuan dari UHC,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Vape Disetujui
Topik : pajak rokok, Filipina, Rodrigo Duterte
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA