Berita
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:39 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT
Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Dampak Rencana Kenaikan Pajak Capital Gain Terbatas

A+
A-
1
A+
A-
1
Dampak Rencana Kenaikan Pajak Capital Gain Terbatas

Ilustrasi. 

WASHINGTON D.C., DDTCNews – Kenaikan pajak atas capital gain yang menjadi rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dikabarkan hanya akan berdampak pada sebagian kecil wajib pajak orang kaya.

Seorang pejabat di lingkungan pemerintahan AS mengatakan kenaikan tarif pajak atas capital gain hanya akan berdampak pada 0,3% wajib pajak yang tergolong kaya dan mengalami peningkatan kekayaan di tengah pandemi.

"Kebijakan ini konsisten dengan kampanye Biden untuk mendorong reformasi yang berdampak besar terhadap masyarakat AS berpenghasilan tinggi," ujar pejabat tersebut, seperti dikutip dari wmleader.com, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Catat! Kalau Sudah Rajin Bayar Pajak, Tak Perlu Ikut PPS

Kebijakan ini diharapkan menghasilkan sistem perpajakan yang lebih adil. Pemerintah, sambungnya, ingin memastikan sistem menjadi lebih adil terhadap penghasilan berupa modal dan penghasilan dari aktivitas kerja.

Seperti diketahui, Pemerintah AS berencana meningkatkan tarif pajak atas capital gain dari yang sebesar 20% menjadi 39,6%.

Dalam dokumen The Made in America Tax Plan yang dirilis Kementerian Keuangan AS, pemerintah mencatat pengenaan pajak dari pekerjaan, seperti upah, memiliki kontribusi yang besar terhadap penerimaan pajak. Sementara itu, penerimaan pajak dari capital gain tercatat kian minim.

Baca Juga: Bikin Faktur Pajak Fiktif dan Palsukan Data SPT, 4 Orang Ditangkap

Hal ini diakibatkan sistem pajak AS yang menerapkan kebijakan ketat atas penghasilan dari aktivitas kerja. Sementara itu, ada kebijakan yang longgar atas penghasilan berupa modal. Hal ini pun memperburuk ketimpangan mengingat sebagian besar penghasilan orang kaya adalah capital income.

Pada 2019, sebagian besar penghasilan yang diterima kelompok 5% terkaya di AS adalah berbentuk capital income. Dokumen The Made in America Tax Plan mengungkapkan 71% penghasilan orang kaya berbentuk capital income. Hanya 26% penghasilan yang berupa labor income. (kaw)

Baca Juga: Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?
Topik : Amerika Serikat, AS, tarif pajak, capital gain, wajib pajak kaya, Joe Biden

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:39 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! Kalau Sudah Rajin Bayar Pajak, Tak Perlu Ikut PPS

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK

Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK

Menelisik Jejak Penghindaran Pajak ‘Para Raksasa’

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan