Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

China & India Sepakati Cara Penyelesaian Sengketa Pajak

3
3

Ilustrasi. (Foto: Global Risk Insights)

BEIJING, DDTCNews – Beberapa bulan terakhir, China dan India telah menyelesaikan masalah sengketa pajak pajak atas transaksi bisnis yang terjadi di antara mereka. Terdapat 12 kasus sengketa pajak yang dibahas antara China dan India.

Sebenarnya, penyelesaian sengketa antara India dan China merupakan suatu peristiwa yang mengejutkan. Penyebabnya adalah India dan China belum merevisi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) sejak tahun 1995.

Terkait dengan revisi P3B, India dan China ingin memperbaiki iklim regulasi tentang transaksi bisnis di antara mereka. Sebagaimana diungkapkan melalui Factiva, langkah yang disepakati oleh India dan China untuk menyelesaikan dua belas kasus pajak yang dihadapi oleh China terkait dengan bisnis pada Oktober dan November 2018 adalah menggunakan Mutual Agremeent Procedur (MAP).

Baca Juga: Membedah Penerapan Resolusi Sengketa Pajak

China sangat mendukung penggunaan MAP karena MAP merupakan upaya penyelesaian sengketa pajak di luar pengadilan. Selain itu, MAP juga dijadikan sebagai upaya alternatif untuk yang tersedia untuk menyelesaiakan sengketa pajak antara dua negara.

Selanjutnya, MAP juga banyak didukung perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, konstruksi, atau manufaktur. MAP dapat juga digunakan untuk menyelesaikan sengketa pajak tentang perbedaan interpretasi pemajakan terkait transaksi impor bahan baku dan barang setengah jadi.

Dengan menggunakan MAP, China tidak akan mengalami kerugian bisnis. China tidak akan dikenakan pajak berganda atas bisnis yang dilakukan di India terkait, misalnya pengadaan dan konstruksi di India. Selain itu, penggunaan MAP ini penting bagi China karena China termasuk investor skala besar di India selain Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Swedia, dan Denmark yang dianggap sebagai mitra perdagangan terbesar India.

Baca Juga: Mediasi sebagai Terobosan Penyelesaian Sengketa Pajak

Upaya perubahan P3B yang dilakukan oleh India dan China yang memasukkan cara penyelesaian sengketa pajak merupakan langkah strategis. Selain itu, India dan China juga memasukkan satndar minimum Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) ke dalam P3B di antara mereka sebagai bentuk partisipasi India dan China dalam BEPS Action. (Amu)

Terkait dengan revisi P3B, India dan China ingin memperbaiki iklim regulasi tentang transaksi bisnis di antara mereka. Sebagaimana diungkapkan melalui Factiva, langkah yang disepakati oleh India dan China untuk menyelesaikan dua belas kasus pajak yang dihadapi oleh China terkait dengan bisnis pada Oktober dan November 2018 adalah menggunakan Mutual Agremeent Procedur (MAP).

Baca Juga: Membedah Penerapan Resolusi Sengketa Pajak

China sangat mendukung penggunaan MAP karena MAP merupakan upaya penyelesaian sengketa pajak di luar pengadilan. Selain itu, MAP juga dijadikan sebagai upaya alternatif untuk yang tersedia untuk menyelesaiakan sengketa pajak antara dua negara.

Selanjutnya, MAP juga banyak didukung perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, konstruksi, atau manufaktur. MAP dapat juga digunakan untuk menyelesaikan sengketa pajak tentang perbedaan interpretasi pemajakan terkait transaksi impor bahan baku dan barang setengah jadi.

Dengan menggunakan MAP, China tidak akan mengalami kerugian bisnis. China tidak akan dikenakan pajak berganda atas bisnis yang dilakukan di India terkait, misalnya pengadaan dan konstruksi di India. Selain itu, penggunaan MAP ini penting bagi China karena China termasuk investor skala besar di India selain Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Swedia, dan Denmark yang dianggap sebagai mitra perdagangan terbesar India.

Baca Juga: Mediasi sebagai Terobosan Penyelesaian Sengketa Pajak

Upaya perubahan P3B yang dilakukan oleh India dan China yang memasukkan cara penyelesaian sengketa pajak merupakan langkah strategis. Selain itu, India dan China juga memasukkan satndar minimum Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) ke dalam P3B di antara mereka sebagai bentuk partisipasi India dan China dalam BEPS Action. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, p3b china-india, sengketa pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Jum'at, 28 September 2018 | 12:32 WIB
KASUS PENGHINDARAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS