Berita
Selasa, 01 Desember 2020 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 01 Desember 2020 | 18:01 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:56 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:39 WIB
UU CIPTA KERJA
Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Reportase
Glosarium

Buyback Saham, Emiten Berpeluang Dapat Tarif PPh Badan 19% Tahun Ini

A+
A-
0
A+
A-
0
Buyback Saham, Emiten Berpeluang Dapat Tarif PPh Badan 19% Tahun Ini

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews—Pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan terbuka yang melakukan pembelian kembali saham (buyback) untuk mendapatkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan lebih rendah 3% dari tarif normal tahun ini atau sebesar 19%.

Pengurangan tarif PPh badan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 29/2020 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Dalam PP tersebut, wajib pajak perseroan terbuka yang melakukan buyback sebenarnya dikecualikan dari fasilitas pengurangan tarif PPh Badan. Namun, pemerintah tetap membuka kesempatan bagi wajib pajak bersangkutan untuk mendapatkan fasilitas pajak.

Baca Juga: Resmi! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun dan Cuti Bersama 2020

“Dalam hal terdapat kebijakan pemerintah pusat atau lembaga yang menyelenggarakan fungsi pengawasan di bidang pasar modal…wajib pajak perseroan terbuka yang membeli kembali sahamnya…dianggap tetap memenuhi persyaratan (pengurangan tarif PPh Badan),” bunyi PP 29/2020 dikutip Sabtu (20/6/2020).

Lebih lanjut, kebijakan pemerintah pusat atau lembaga untuk membuat wajib pajak perusahaan terbuka mendapatkan pengurangan tarif PPh Badan harus ditetapkan dalam bentuk surat penunjukan atau surat persetujuan.

Selain itu, pembelian kembali saham tersebut dilakukan paling lambat tanggal 30 September 2020. Saham yang dibeli kembali hanya boleh dikuasai wajib pajak sampai dengan tanggal 30 September 2022.

Baca Juga: Pangkas Tarif PPh Badan, Penerimaan Pajak Bakal Tergerus Rp33 Triliun

Jika syarat tenggat waktu penguasaan saham dan kepemilikan saham tidak terpenuhi, wajib pajak perusahaan terbuka yang melakukan buyback tidak dapat memperoleh pengurangan tarif PPh badan sebesar 19%.

Selanjutnya, masa berlaku penggunaan fasilitas pajak untuk wajib pajak perusahaan terbuka yang melakukan buyback tersebut hanya berlaku untuk tahun pajak 2020, tahun pajak 2021, dan tahun pajak 2022.

Selain itu, wajib pajak yang melakukan buyback tersebut juga harus melampirkan Laporan Hasil Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia sesuai dengan ketentuan SPT PPh yang berlaku.

Baca Juga: Meski PPh dan PTE Belum Dipungut, PPN Bisa Jadi Alat Estimasi

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Maret 2020 mengizinkan perusahaan terbuka untuk melakukan buyback sebagai salah satu kebijakan pemberian stimulus ekonomi dan mengurangi fluktuasi pasar modal.

Ketentuan itu diatur dalam Surat Edaran OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan Emiten atau Perusahaan Publik.

Buyback saham oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dilakukan dengan merelaksasi antara lain buyback dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.

Baca Juga: DJP Gelar Konferensi Nasional Perpajakan, Mau Ikut?

Lalu, jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10% dari modal disetor dan paling banyak 20% dari modal disetor dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor. (rig)

Topik : PP 29/2020, tarif PPh badan, pajak penghasilan, insentif pajak, pandemi corona, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 30 November 2020 | 14:37 WIB
INGGRIS
Senin, 30 November 2020 | 14:30 WIB
MALAYSIA
Senin, 30 November 2020 | 14:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Senin, 30 November 2020 | 11:32 WIB
BEA METERAI
berita pilihan
Selasa, 01 Desember 2020 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 01 Desember 2020 | 18:01 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:56 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:39 WIB
UU CIPTA KERJA
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:38 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:32 WIB
FILIPINA
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:24 WIB
PAJAK DIGITAL
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:07 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO