Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Berupaya Kurangi Setoran, Hotel & Restoran Matikan Tapping Box

1
1

ilustrasi.

BANDAR LAMPUNG, DDTCNews – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung mengungkap upaya penghindaran pajak dari sektor perhotelan dan restoran.

Kepala BPPRD Kota Bandar Lampung Yanwardi mengatakan beberapa hotel dan restoran didapati mematikantapping box pada jam-jam sibuk. Langkah ini pada gilirannya akan membuat setoran pajak lebih sedikit.

“Mereka sengaja mematikan alat perekam transaksi (tapping box) pada jam-jam sibuk agar tidak bisa terdeteksi. Karenanya, praktik itu membuat setoran pajak jadi lebih sedikit dibandingkan yang seharusnya,” ujarnya, Senin (20/8/2018).

Baca Juga: Cegah Korupsi , Tapping Box Akhirnya Dipasang

Kendati demikian, Yanwardi masihbelum bisa memastikan penyebab penyelenggara hotel maupun restoran mematikan alat tapping box. Namun, kabarnya alat itu sering dimatikan pada jam-jam sibuk.

BPPRD, sambungnya, dapat dengan mudah menentukan wajib pajak yang masih berbuat curang walaupun alat tersebut sudah dipasang. Pasalnya, hingga saat ini baru 10 unit tapping box yang baru di pasang di hotel dan restoran.

Terlebih, 3 tapping box yang kerap mati berasal dari rumah dan restoran tersebut. Padahal pemasangan alattapping box dilakukan untuk mengurangi kecurangan pemiliki restoran dan hotel dalam hal penyetoran pajak.

Baca Juga: Duh, Nagih Pajak Malah Ditimpuk Gelas

“Kami bisa mendapat data lebih akurat dan real time, karena alat tapping box merekam seluruh transaksi yang terjadi dan bisa menentukan nilai pajak yang tepat. Alat ini pun telah terintegrasi dengan sistem kami,” paparnya.

Untuk menghindari terjadinya kecurangan ke depannya, dia mengimbau pemilik hotel dan restoran agar tetap patuh pada aturan. Bagi wajib pajak yang tetap mematikan alat tapping box, BPPRD tidak segan mengambil langkah tegas.

“Kami ingatkan kepada para pengusaha agar tidak bermain-main soal pajak, karena bisa berujung ke jalur hukum dan pidana,” katanya melansir lampungpro.com.

Baca Juga: Ratusan Tapping Box Dipasang, PAD Meningkat

Sebagai informasi, penerimaan pajak restoran hingga saat ini sudah mencapai Rp34,2 miliar atau 57% dari target yang dipatok sebesar Rp60 miliar. Sementara, penerimaan pajak hotel tercapai Rp26,4 miliar atau 62% dari target Rp42 miliar. (kaw)

“Mereka sengaja mematikan alat perekam transaksi (tapping box) pada jam-jam sibuk agar tidak bisa terdeteksi. Karenanya, praktik itu membuat setoran pajak jadi lebih sedikit dibandingkan yang seharusnya,” ujarnya, Senin (20/8/2018).

Baca Juga: Cegah Korupsi , Tapping Box Akhirnya Dipasang

Kendati demikian, Yanwardi masihbelum bisa memastikan penyebab penyelenggara hotel maupun restoran mematikan alat tapping box. Namun, kabarnya alat itu sering dimatikan pada jam-jam sibuk.

BPPRD, sambungnya, dapat dengan mudah menentukan wajib pajak yang masih berbuat curang walaupun alat tersebut sudah dipasang. Pasalnya, hingga saat ini baru 10 unit tapping box yang baru di pasang di hotel dan restoran.

Terlebih, 3 tapping box yang kerap mati berasal dari rumah dan restoran tersebut. Padahal pemasangan alattapping box dilakukan untuk mengurangi kecurangan pemiliki restoran dan hotel dalam hal penyetoran pajak.

Baca Juga: Duh, Nagih Pajak Malah Ditimpuk Gelas

“Kami bisa mendapat data lebih akurat dan real time, karena alat tapping box merekam seluruh transaksi yang terjadi dan bisa menentukan nilai pajak yang tepat. Alat ini pun telah terintegrasi dengan sistem kami,” paparnya.

Untuk menghindari terjadinya kecurangan ke depannya, dia mengimbau pemilik hotel dan restoran agar tetap patuh pada aturan. Bagi wajib pajak yang tetap mematikan alat tapping box, BPPRD tidak segan mengambil langkah tegas.

“Kami ingatkan kepada para pengusaha agar tidak bermain-main soal pajak, karena bisa berujung ke jalur hukum dan pidana,” katanya melansir lampungpro.com.

Baca Juga: Ratusan Tapping Box Dipasang, PAD Meningkat

Sebagai informasi, penerimaan pajak restoran hingga saat ini sudah mencapai Rp34,2 miliar atau 57% dari target yang dipatok sebesar Rp60 miliar. Sementara, penerimaan pajak hotel tercapai Rp26,4 miliar atau 62% dari target Rp42 miliar. (kaw)

Topik : pajak restoran, hotel, tapping box
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK