Fokus
Data & alat
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Komunitas
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Reportase

Bersiap Menghadapi MEA

A+
A-
0
A+
A-
0
Bersiap Menghadapi MEA
Darussalam (kiri) dan John Hutagaol (tengah) dalam seminar perpajakan di Yogyakarta (FEB-UGM)

YOGYAKARTA, DDTCNews – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengadakan seminar bertema perpajakan internasional dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (27/5).

Seminar yang digelar atas kerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), IAI Kompartemen Akuntan Pajak (KAPj), IAI Akuntan Pendidik (KAPd), dan Forum Dosen Pajak II ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman perkembangan dunia perpajakan internasional, khususnya terkait dengan MEA.

“Masyarakat perpajakan Indonesia harus siap menghadapi era MEA. Kesiapan kita menghadapi MEA menentukan masa depan Indonesia,” kata Dekan FEB UGM Wihana Kirana Jaya dalam sambutan pembukaan seminar yang diwakili Wakil Dekan Eko Suwardi.

Baca Juga: Mendesain Pajak Karbon Secara Global

Sesi pertama seminar mengambil tema International Taxation: Peran Profesi Perpajakan di Era MEA. Narasumbernya Ketua IAI KAPj yang juga Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak John Hutagaol, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III Rudy Gunawan Bastari, dan Managing Partner DDTC Darussalam.

Menurut John, MEA akan menghilangkan batas-batas negara yang memungkinkan pergerakan banyak barang dan jasa di satu pasar yang tunggal. Karena itu, para dosen seharusnya mendorong mahasiswa berpikir global. “MEA sudah di depan pintu, suka tidak suka Anda harus siap menghadapi,” katanya.

Darussalam menambahkan pajak seperti air yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Sama halnya dengan kesadaran membayar pajak, wajib pajak niscaya juga akan menemukan banyak cara untuk membayar pajak seminimal mungkin.

Baca Juga: Fasilitas Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25 bagi Industri Farmasi

“Kita tidak bisa mengingkari bahwa semua orang ingin membayar pajak lebih rendah. Tapi itu menjadi tugas para dosen untuk mengedukasi mahasiswanya, tentang pentingnya menjadi WP yang bertanggung jawab karena penerimaan pajak adalah tulang punggung pendapatan negara,” katanya.

Adapun, tema pada sesi kedua adalah Tax Treaty and Amnesty: Isu Terkini di Bidang Pendidikan dan Penelitian Pajak di Era MEA. Selaku pembicara adalah Basri Musri, Eko Suwardi, dan Dwi Martani. Pada sesi terakhir, dibahas rencana Forum Dosen Pajak II. (Bsi)

Baca Juga: Penurunan Tarif PPh Badan dan Dampaknya bagi Pelaporan Pajak

“Masyarakat perpajakan Indonesia harus siap menghadapi era MEA. Kesiapan kita menghadapi MEA menentukan masa depan Indonesia,” kata Dekan FEB UGM Wihana Kirana Jaya dalam sambutan pembukaan seminar yang diwakili Wakil Dekan Eko Suwardi.

Baca Juga: Mendesain Pajak Karbon Secara Global

Sesi pertama seminar mengambil tema International Taxation: Peran Profesi Perpajakan di Era MEA. Narasumbernya Ketua IAI KAPj yang juga Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak John Hutagaol, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III Rudy Gunawan Bastari, dan Managing Partner DDTC Darussalam.

Menurut John, MEA akan menghilangkan batas-batas negara yang memungkinkan pergerakan banyak barang dan jasa di satu pasar yang tunggal. Karena itu, para dosen seharusnya mendorong mahasiswa berpikir global. “MEA sudah di depan pintu, suka tidak suka Anda harus siap menghadapi,” katanya.

Darussalam menambahkan pajak seperti air yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Sama halnya dengan kesadaran membayar pajak, wajib pajak niscaya juga akan menemukan banyak cara untuk membayar pajak seminimal mungkin.

Baca Juga: Fasilitas Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25 bagi Industri Farmasi

“Kita tidak bisa mengingkari bahwa semua orang ingin membayar pajak lebih rendah. Tapi itu menjadi tugas para dosen untuk mengedukasi mahasiswanya, tentang pentingnya menjadi WP yang bertanggung jawab karena penerimaan pajak adalah tulang punggung pendapatan negara,” katanya.

Adapun, tema pada sesi kedua adalah Tax Treaty and Amnesty: Isu Terkini di Bidang Pendidikan dan Penelitian Pajak di Era MEA. Selaku pembicara adalah Basri Musri, Eko Suwardi, dan Dwi Martani. Pada sesi terakhir, dibahas rencana Forum Dosen Pajak II. (Bsi)

Baca Juga: Penurunan Tarif PPh Badan dan Dampaknya bagi Pelaporan Pajak
Topik : DDTC, UGM, pendidikan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Senin, 23 Maret 2020 | 16:15 WIB
DDTC NEWSLETTER
Senin, 23 Maret 2020 | 11:25 WIB
SURAT DARI KELAPA GADING
Jum'at, 20 Maret 2020 | 14:56 WIB
PERPAJAKAN
Jum'at, 20 Maret 2020 | 14:31 WIB
KELAS PAJAK
berita pilihan
Rabu, 08 April 2020 | 16:22 WIB
TIPS E-BUPOT
Rabu, 08 April 2020 | 16:16 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Rabu, 08 April 2020 | 15:45 WIB
KABUPATEN JENEPONTO
Rabu, 08 April 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 08 April 2020 | 15:12 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 08 April 2020 | 15:05 WIB
MALAYSIA
Rabu, 08 April 2020 | 14:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 08 April 2020 | 14:19 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 08 April 2020 | 13:57 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING