Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Benahi Investasi & Perdagangan, Kedua Negara Ini Bakal Teken P3B

1
1

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Turki dan Kenya akan menandatangani perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) pada akhir 2019. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja perekonomian kedua negara.

Ahmet Cemil Miroglu, Duta Besar Turki untuk Kenya mengatakan kedua negara ingin membenahi lingkungan untuk investasi dan perdagangan melalui P3B. Dengan demikian, hubungan di bidang perekonomian dapat lebih kuat.

“Para pejabat kedua negara telah bertukar draf P3B dan karena itu perjanjian harus ditandatangani pada akhir 2019,” katanya, seperti dikutip pada Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: Kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi, 2 MoU Perpajakan Diteken

Miroglu mengatakan saat ini tingkat perdagangan bilateral antara Turki dan Kenya bisa saling menguntungkan dengan adanya P3B. Pada 2018, perdagangan bilateral mencapai 23,3 miliar shilling (sekitar Rp 3 triliun) dan lebih menguntungkan Turki.

Dia mencatat sejumlah komoditas seperti kopi, teh, hortikultura, dan buah-buahan telah diimpor dari Kenya ke Turki. Sementara itu, Turki mengandalkan ekspor beberapa jenis produk seperti mesin, tekstil, dan furnitur.

Miroglu memerhatikan kedua negara ingin memastikan bahwa perdagangan bilateral didasarkan pada perdagangan yang saling menguntungkan.”Kami mencari cara untuk memungkinkan lebih banyak barang Kenya dijual di Turki,” imbuhnya.

Baca Juga: Manual Negosiasi P3B Versi PBB Resmi Diperbarui, Lihat di Sini!

Hubungan bilateral dapat ditingkatkan melalui interaksi komunitas bisnis dari kedua negara. Pada September 2019, delegasi sektor kesehatan Turki akan pergi ke Kenya untuk melihat peluang di sektor kesehatan Kenya.

“Delegasi kami akan menunjukkan peralatan medis terbaru dari Turki yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga Kenya,” imbuh Miroglu seperti dilansir xinhuanet.com. (MG-dnl/kaw)

Baca Juga: Lindungi Industri Lokal, Tarif Bea Masuk Pakaian Dipertahankan

“Para pejabat kedua negara telah bertukar draf P3B dan karena itu perjanjian harus ditandatangani pada akhir 2019,” katanya, seperti dikutip pada Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: Kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi, 2 MoU Perpajakan Diteken

Miroglu mengatakan saat ini tingkat perdagangan bilateral antara Turki dan Kenya bisa saling menguntungkan dengan adanya P3B. Pada 2018, perdagangan bilateral mencapai 23,3 miliar shilling (sekitar Rp 3 triliun) dan lebih menguntungkan Turki.

Dia mencatat sejumlah komoditas seperti kopi, teh, hortikultura, dan buah-buahan telah diimpor dari Kenya ke Turki. Sementara itu, Turki mengandalkan ekspor beberapa jenis produk seperti mesin, tekstil, dan furnitur.

Miroglu memerhatikan kedua negara ingin memastikan bahwa perdagangan bilateral didasarkan pada perdagangan yang saling menguntungkan.”Kami mencari cara untuk memungkinkan lebih banyak barang Kenya dijual di Turki,” imbuhnya.

Baca Juga: Manual Negosiasi P3B Versi PBB Resmi Diperbarui, Lihat di Sini!

Hubungan bilateral dapat ditingkatkan melalui interaksi komunitas bisnis dari kedua negara. Pada September 2019, delegasi sektor kesehatan Turki akan pergi ke Kenya untuk melihat peluang di sektor kesehatan Kenya.

“Delegasi kami akan menunjukkan peralatan medis terbaru dari Turki yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga Kenya,” imbuh Miroglu seperti dilansir xinhuanet.com. (MG-dnl/kaw)

Baca Juga: Lindungi Industri Lokal, Tarif Bea Masuk Pakaian Dipertahankan
Topik : Turki, Kenya, P3B, pajak berganda
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG