Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Apa Itu Kurs Pajak?

0
0

BERDASARKAN definisi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, kurs pajak adalah nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN),  pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), pajak penghasilan (PPh), serta pajak lain dalam rangka kegiatan ekspor-impor.

Kurs pajak merupakan kurs yang digunakan untuk mengkonversi nilai mata uang asing ke dalam rupiah.

Peraturan yang mendasari penggunaan kurs pajak tercantum dalam Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN dan PPnBM sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 (UU PPN dan PPnBM).

Baca Juga: Arti 'Place of Business' dalam Konsep BUT

Penetapan kurs pajak diatur melalui keputusan Menteri Keuangan yang dikeluarkan setiap minggu sekali dan berlaku untuk 7 hari.

Dalam hal kurs valuta asing sebuah negara tidak tercantum dalam keputusan Menteri Keuangan, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dolar Amerika Serikat yang berlaku pada penutupan hari kerja sebelumnya, dan dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Menteri Keuangan.

Kapan harus menggunakan kurs pajak?

Baca Juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan

SERINGKALI wajib pajak (WP) yang bertransaksi menggunakan mata uang asing merasa bingung ketika akan membayar pajak, kurs mana yang harus digunakan untuk keperluan pajak, apakah harus menggunakan kurs pajak atau kurs tengah Bank Indonesia (BI)?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk membedakan kurs pajak dan kurs tengah BI.

Kurs pajak digunakan hanya dalam transaksi yang berhubungan dengan pajak (khususnya dalam pembuatan faktur pajak, serta laporan pajak kepada kantor pajak).

Baca Juga: Rupiah Rebound terhadap Dolar AS

Adapun kurs tengah BI digunakan sebagai nilai tukar dalam closing pembukuan akuntansi. Kurs tersebut ditentukan dengan menghitung nilai rata-rata kurs beli dan kurs jual.

Walau demikian, antara kurs pajak dengan kurs tengah BI memiliki keterkaitan satu sama lain. Kaitannya yaitu pada saat akan melakukan pencatatan pembukuan.

Ketika terjadi transaksi dalam mata uang asing, semua nilai sehubungan dengan pajak dikonversi dengan kurs pajak, sedangkan nilai transaksi total dikonversi menggunakan kurs tengah BI. Kedua nilai dicatat dalam pembukuan, ditambah akun laba atau rugi selisih kurs yang diperoleh dari selisih nilai transaksi kurs tengah BI dengan nilai transaksi kurs bank yang digunakan sebenarnya. (Amu)

Baca Juga: Bergerak Variatif, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

Peraturan yang mendasari penggunaan kurs pajak tercantum dalam Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN dan PPnBM sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 (UU PPN dan PPnBM).

Baca Juga: Arti 'Place of Business' dalam Konsep BUT

Penetapan kurs pajak diatur melalui keputusan Menteri Keuangan yang dikeluarkan setiap minggu sekali dan berlaku untuk 7 hari.

Dalam hal kurs valuta asing sebuah negara tidak tercantum dalam keputusan Menteri Keuangan, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dolar Amerika Serikat yang berlaku pada penutupan hari kerja sebelumnya, dan dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Menteri Keuangan.

Kapan harus menggunakan kurs pajak?

Baca Juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan

SERINGKALI wajib pajak (WP) yang bertransaksi menggunakan mata uang asing merasa bingung ketika akan membayar pajak, kurs mana yang harus digunakan untuk keperluan pajak, apakah harus menggunakan kurs pajak atau kurs tengah Bank Indonesia (BI)?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk membedakan kurs pajak dan kurs tengah BI.

Kurs pajak digunakan hanya dalam transaksi yang berhubungan dengan pajak (khususnya dalam pembuatan faktur pajak, serta laporan pajak kepada kantor pajak).

Baca Juga: Rupiah Rebound terhadap Dolar AS

Adapun kurs tengah BI digunakan sebagai nilai tukar dalam closing pembukuan akuntansi. Kurs tersebut ditentukan dengan menghitung nilai rata-rata kurs beli dan kurs jual.

Walau demikian, antara kurs pajak dengan kurs tengah BI memiliki keterkaitan satu sama lain. Kaitannya yaitu pada saat akan melakukan pencatatan pembukuan.

Ketika terjadi transaksi dalam mata uang asing, semua nilai sehubungan dengan pajak dikonversi dengan kurs pajak, sedangkan nilai transaksi total dikonversi menggunakan kurs tengah BI. Kedua nilai dicatat dalam pembukuan, ditambah akun laba atau rugi selisih kurs yang diperoleh dari selisih nilai transaksi kurs tengah BI dengan nilai transaksi kurs bank yang digunakan sebenarnya. (Amu)

Baca Juga: Bergerak Variatif, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS
Topik : kamus pajak, kurs pajak, kurs BI
artikel terkait
Senin, 05 November 2018 | 18:03 WIB
KAMUS PAJAK
Kamis, 06 Oktober 2016 | 09:38 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 19 Desember 2016 | 17:32 WIB
KAMUS PAJAK
Kamis, 13 September 2018 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
berita pilihan
Kamis, 14 Juni 2018 | 15:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 24 Oktober 2016 | 13:31 WIB
KAMUS PAJAK
Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:21 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 29 Agustus 2018 | 15:23 WIB
KAMUS PAJAK
Selasa, 04 April 2017 | 13:49 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Oktober 2016 | 15:21 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 29 Januari 2018 | 15:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2016 | 11:07 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:34 WIB
KAMUS PAJAK
Kamis, 28 Maret 2019 | 17:50 WIB
KAMUS PAJAK