Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Ada Pandemi, Realisasi PPN Dalam Negeri Masih Capai 90% dari Target

A+
A-
1
A+
A-
1
Ada Pandemi, Realisasi PPN Dalam Negeri Masih Capai 90% dari Target

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mencatat realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri sepanjang 2020 mencapai Rp298,84 triliun, terkontraksi 13,24% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun terkontraksi, catatan Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi PPN dalam negeri masih cukup tinggi, yakni 90,53% dari target yang ditetapkan pada Peraturan Presiden (Perpres) 72/2020.

"Kontraksi masih terkendali di level 13,24%, yang terutama dipicu peningkatan restitusi akibat pemanfaatan insentif restitusi dipercepat," tulis Kementerian Keuangan pada laporan APBN Kita edisi Januari 2021, dikutip pada Selasa (18/1/2021).

Baca Juga: Beri Insentif PPnBM, Ini Pesan Menperin untuk Industri Otomotif

Bila faktor restitusi dikeluarkan dari penghitungan realisasi PPN dalam negeri 2020, Kementerian Keuangan mencatat sesungguhnya kontraksi realisasi PPN dalam negeri di tengah pandemi tidak terlalu dalam. Secara bruto, realisasi PPN dalam negeri hanya minus 6,75%.

"Hal ini menunjukkan bahwa penurunan konsumsi dalam negeri sesungguhnya relatif terkendali di tengah kondisi pembatasan sosial masyarakat," tulis Kementerian Keuangan.

Meski tren PPN dalam negeri cenderung pulih, Kementerian Keuangan mencatat kondisi perekonomian masih cukup fluktuatif akibat peningkatan kasus Covid-19 dan diberlakukannya PSBB. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja PPN dalam negeri.

Baca Juga: Permohonan Penggunaan Nilai Buku Kini Pakai Surat Keterangan Fiskal

Sebagai contoh, PPN dalam negeri per kuartal IV/2020 tercatat mengalami kontraksi hingga 18,51%, lebih dalam bila dibandingkan dengan kontraksi PPN dalam negeri pada kuartal III/2020 yang hanya 11,82%.

Sejalan dengan tren kuartal IV/2020 tersebut, Kementerian Keuangan memproyeksikan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2020 masih belum mampu tumbuh positif.

Pada kuartal IV/2020, Kementerian Keuangan mengestimasi konsumsi rumah tangga masih bisa terkontraksi 2,6% hingga minus 3,6%, sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan kuartal III/2020 dengan kontraksi hingga 4%. (kaw)

Baca Juga: Perdirjen Pajak Baru Soal Penggunaan Nilai Buku dalam Pemekaran Usaha

Topik : penerimaan pajak, PPN, Ditjen Pajak, APBN Kita, DJP
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

widyadisty tiara

Sabtu, 23 Januari 2021 | 23:21 WIB
😱👍
1
artikel terkait
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:05 WIB
INTEGRITAS PEGAWAI KEMENKEU
Rabu, 03 Maret 2021 | 14:30 WIB
DITJEN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:20 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN ASAHAN
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:03 WIB
PER-03/PJ/2021