Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

5 Kabupaten/Kota Kuasai Separuh Ekonomi Jatim

A+
A-
0
A+
A-
0
5 Kabupaten/Kota Kuasai Separuh Ekonomi Jatim

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto. (Foto: INDEF)

MALANG, DDTCNEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah Institute for Development of Economcs and Finance (INDEF) School of Political Economy (ISPE) Angkatan 15 yang berlangsung pada 4-6 Maret 2019 di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

Acara yang diselenggarakan di Ruangan Sidang Utama FEB UB tersebut mengangkat tema ‘Ekonomi Politik dan Peranan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Ekonomi Global dan Industri 4.0’. Sekitar 30 peserta terpilih hadir yang merupakan pengusaha, peneliti, dosen, mahasiswa dan umum dari berbagai kota di Indonesia.

Acara ISPE Angkatan 15 ini dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor IV FEB UB Moch. Sasmito Djati. Dia menyampaikan pentingnya pemahaman mengenai ekonomi politik terutama dalam menghadapi perkembangan global dan industri 4.0.

Baca Juga: Ciptakan Sistem Pajak yang Ideal, 2 Aspek Ini Perlu Dioptimalkan

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak untuk memberikan keynote speech. Dia menggarisbawahi peran penting pemerintah daerah dalam mendukung industri 4.0. Menurutnya, Pemprov Jatim terus melakukan pembenahan dan percepatan sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman, salah satunya dengan mendorong pengembangan sektor ekonomi Jatim yang masih terpusat di beberapa daerah saja.

Menurutnya, terdapat lima kabupaten/kota menguasai setengah perekonomian Jatim. Padahal Jatim memiliki 38 kabupaten/kota. Lima daerah tersebut dikenal dengan ring satu. Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Pemprov Jatim akan terus menggenjot pembangunan yang lebih produktif diluar ring satu tersebut.

Selain itu, lanjut Emil, ke depannya kompetisi Jatim bukan lagi antarprovinsi, tapi harus dalam konteks global. Dia mencontohkan bahwa kawasan-kawasan industri yang ada di luar ring satu, seperti Kabupaten Nganjuk, harus mampu bersaing dengan Vietnam, Thailand, Filipina, maupun India.

Baca Juga: Ratusan Relawan Pajak Ditempatkan di 15 KPP

“Kompetisi kita tidak lagi hanya antarprovinsi, Jatim harus meningkatkan daya saing, bukan hanya berkutat pada industri penolong, infrastruktur, pasar, dan lain sebagainya,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi INDEF, Selasa (5/3/2019).

Emil memandang Indonesia khususnya Jatim harus mampu menjadi pelopor utama dalam mengoptimalkan peluang dalam industri 4.0. Dia juga menambahkan pentingnya Millenial Job Center (MJC). Menurutnya, saat ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) dalam industri 4.0.

“Ahli SEO (search engine optimization), media adevertising, sekarang masih jarang. Disitulah pemerintah hadir untuk menjembatani masalah minimnya SDM dan besarnya permintaan tenaga kerja di Industri 4.0, MJC ini bisa jadi solusi,” tambahnya.

Baca Juga: Dikukuhkan, 160 Relawan Pajak Kanwil DJP Jakarta Pusat Siap Bertugas

Materi pertama disampaikan oleh Wakil Dekan I FEB UB Abdul Ghofar yang membahas tentang optimalisasi anggaran daerah dalam mendukung industri 4.0 dengan menyajikan data komparasi dari masa ke masa.

Menurutnya, masyarakat, industri perlu bekerja sama untuk menghadapi industri 4.0 yang ia yakini mampu menghasilkan efisiensi pada berbagai sektor. Salah satu implemenasi industri 4.0 adalah Smart Cities yang berhasil menekan biaya hingga US$19 miliar yang diperoleh dari 88 Smart Cities di dunia.

Sebagai penutup materi terakhir di hari pertama, Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto memberikan pelatihan menulis dan membagikan pengalamanya sebagai periset dan penulis artikel di berbagai media massa terkait makroekonomi.

Baca Juga: Kanwil DJP Jawa Timur I Kukuhkan Relawan Pajak 2021

ISPE sendiri telah dilaksanakan diberbagai kota di Indonesia (Jakarta, Makasar, Padang dan lainya) serta di kota-kota mancanegara seperti London, Tokyo, Austria, Rusia. Bahkan dalam waktu dekat akan melakukan pelatihanya di Amerika Serikat.

Dalam pelatihan tiga hari ini, INDEF mendatangkan sejumlah narasumber di antaranya Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika, Ekonom Senior INDEF Didik J Rachbini, Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia M. Fadli Hasan, Peneliti INDEF Esther Sri Astuti, Dosen FEB UB Dias Satria, dan Dosen FEB UB Abdul Gohfar. (Amu)

Baca Juga: Kanwil DJP Sumut I Kukuhkan Ratusan Relawan Pajak
Topik : kampus, ekonomi politik, industri 4.0
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 24 September 2020 | 10:22 WIB
UNIVERSITAS LAMPUNG
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 13:05 WIB
POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL
Kamis, 03 September 2020 | 10:29 WIB
UNIVERSITAS MARANATHA
berita pilihan
Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:30 WIB
VAKSIN COVID-19
Kamis, 25 Februari 2021 | 21:46 WIB
WEBINAR PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:23 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:13 WIB
KABUPATEN PURBALINGGA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)