Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Resesi Jangka Pendek Ekonomi Pasca-Brexit

A+
A-
0
A+
A-
0
 Resesi Jangka Pendek Ekonomi Pasca-Brexit

LONDON, DDTCNews – Ernst and Young (EY) Item Club memprediksi pertumbuhan ekonomi Inggris akan mencapai 0,4% dari 2,6% akibat adanya ketidakpastian ekonomi sejak keputusan Inggris untuk hengkang dari Uni Eropa.

Selain itu, ada juga prediksi Bank Sentral Inggris yang akan memangkas suku bunga ke titik nol pada akhir 2016. Inggris akan menghadapi resesi ekonomi dalam jangka pendek selama setahun sebagai dampak dari Brexit.

“Munculnya ketidakpercayaan pasar pada Inggris akan menjadi salah satu penyebab jatuhnya mata uang pounds,” ungkap EY Item Club sebagaimana dikutip The Guardians.

Baca Juga: Sumbang Pajak dan Kerek Ekonomi, Liga Sepakbola Wajib Kembali Bergulir

Pemangkasan tarif pajak juga kemungkinan akan dilakukan. Hal tersebut karena pemerintah Inggris yang kini berusaha keras untuk mendorong ekonomi pasca keputusan mengejutkan dari hasil akhir voting.

Dalam laporan EY Item Club disebutkan, investasi usaha akan jatuh 2% pada tahun depan dan tingkat pengangguran akan mencapai 7,1% pada 2019. Selain itu, laporan tersebut juga mengatakan tingkat konsumsi akan jatuh 0,6% persen di 2017 dengan pengaruh ke sejumlah sektor terbesar.

Sementara itu, harga penjualan perumahan atau properti akan jatuh sebanyak 4% persen. “Dalam situasi ini, harga jual perumahan terus melemah,” ungkap laporan itu.

Di tengah prediksi ekonomi yang suram, ekspor diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 3,4% pada tahun depan karena lemahnya nilai mata uang pounds yang akan membuat produk Inggris menjadi lebih kompetitif.

Baca Juga: Rombak Skema Pajak, Kendaraan Beremisi Bakal Kena Pajak Lebih Tinggi

Hal ini juga dikombinasikan dengan lemahnya permintaan domestik yang akan mengerek defisit neraca berjalan mencapai £58 miliar atau US$77 miliar pada 2017. (Amu)

Topik : brexit, inggris, dampak brexit
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 13 Februari 2020 | 19:30 WIB
INGGRIS
Selasa, 04 Februari 2020 | 11:15 WIB
INGGRIS
Senin, 03 Februari 2020 | 13:29 WIB
PAJAK DIGITAL
Jum'at, 31 Januari 2020 | 10:38 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Minggu, 31 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 31 Mei 2020 | 09:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Minggu, 31 Mei 2020 | 08:00 WIB
AUDIT BPK
Minggu, 31 Mei 2020 | 07:00 WIB
RESTITUSI PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN