Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Pengenaan Pajak Ini Lejitkan Penerimaan

A+
A-
0
A+
A-
0
 Pengenaan Pajak Ini Lejitkan Penerimaan

MANILA, DDTCNews – Pemberlakuan Sin Tax Law (STL) di Filipina sejak 2012 telah menambah penerimaan negara sampai dengan rata-rata ₱86,1 miliar dalam 4 tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan lompatan sebesar 155% dari 2011 ke 2015.

Berkat penerimaan ini, seperti analisis yang dilakukan Ban Dunia, pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk membantu mendukung program-program kesejahteraan sosial, dan menyatakan Filipina sebagai negara percontohan bagi negara lainnya.

“Dengan pengenaan pajak ini Filipina dapat mengalokasikannya ke bidang-bidang penting untuk mendukung program kesejahteraan sosial. Dalam hal ini, Filipina pantas jadi model bagi negara lainnya,” papar juru bicara Bank Dunia.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Diskon Pajak Penghasilan 25%-75% Untuk UMKM

Dengan pajak itu, lanut juru bicara Bank Dunia, telah memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. “Negara lain harus banyak belajar dari keberhasilan ini, terutama mengenai desain dan pelaksanaan STL,” tambahnya.

Selain itu, pengenaan pajak ini jelas menempati peringkat tinggi sebagai salah satu reformasi kebijakan sangat tegas dan signifikan yang ditetapkan Filipina dalam beberapa dekade terakhir.

Analisis yang dilakukan Bank Dunia mengenai pajak ini dirangkum dalam sebuah laporan berjudul ‘Sin Tax Reform in the Philippines: Transforming Public Finance, Health, and Governance for More Inclusive Development’. Laporan tersebut berisikan hukum pajak dosa telah membantu Filipina meningkatkan pembiayaan perawatan kesehatan bahkan sampai mencapai dua kali lipat dari sebelumnya.

Baca Juga: Uni Eropa Sebut Penghindaran Pajak Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi?

Peningkatan itu dirasakan langsung oleh Departemen Kesehatan pada tahun di mana hukum tersebut diberlakukan. Anggaran Departemen Kesehatan pada tahun ini sebanyak tiga kali lipat dibandingkan tahun 2012 (secara nominal), yang mencapai hingga ₱122 miliar.

Selain meningkatkan penerimaan, STL juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi rokok dengan menaikan harga secara signifikan. Berdasarkan data awal, memang pengenaannya menunjukan penurunan merokok.

Sebagai tindakan reformasi, sebagaimana dilansir Manila Times, STL menaikan dan menyederhanakan cukai bagi tembakau dan alkohol dan secara langsung juga meningkatkan pendapatan pemerintah.

Baca Juga: Empat Bulan Pertama 2020, Setoran Cukai Rokok dan Minol Turun 57%

STL adalah cukai yang dikenakan untuk beberapa barang tertentu yang biasanya dianggap merugikan untuk dikonsumsi masyarakat. Contohnya seperti alkohol, tembakau, obat-obatan, perjudian, minuman ringan, fast food, atau bahkan permen.

Pengenaannya pajak ini ditujukan untuk meningkatkan harga barang guna mengurangi penggunaannya dan membatasi penyebarannya di masyarakat. (Amu)

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Eropa, Jerman dan Prancis Usulkan Sejumlah Cara
Topik : pajak internasional, filipina, sin tax
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 28 April 2020 | 19:11 WIB
FILIPINA
Senin, 27 April 2020 | 12:23 WIB
FILIPINA
Rabu, 22 April 2020 | 20:24 WIB
ANALISIS PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Minggu, 31 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 31 Mei 2020 | 09:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Minggu, 31 Mei 2020 | 08:00 WIB
AUDIT BPK
Minggu, 31 Mei 2020 | 07:00 WIB
RESTITUSI PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN