Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pengenaan Pajak Ini Lejitkan Penerimaan

0
0

MANILA, DDTCNews – Pemberlakuan Sin Tax Law (STL) di Filipina sejak 2012 telah menambah penerimaan negara sampai dengan rata-rata ₱86,1 miliar dalam 4 tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan lompatan sebesar 155% dari 2011 ke 2015.

Berkat penerimaan ini, seperti analisis yang dilakukan Ban Dunia, pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk membantu mendukung program-program kesejahteraan sosial, dan menyatakan Filipina sebagai negara percontohan bagi negara lainnya.

“Dengan pengenaan pajak ini Filipina dapat mengalokasikannya ke bidang-bidang penting untuk mendukung program kesejahteraan sosial. Dalam hal ini, Filipina pantas jadi model bagi negara lainnya,” papar juru bicara Bank Dunia.

Baca Juga: Negara Ini Bakal Terapkan Sin Tax untuk Beberapa Produk

Dengan pajak itu, lanut juru bicara Bank Dunia, telah memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. “Negara lain harus banyak belajar dari keberhasilan ini, terutama mengenai desain dan pelaksanaan STL,” tambahnya.

Selain itu, pengenaan pajak ini jelas menempati peringkat tinggi sebagai salah satu reformasi kebijakan sangat tegas dan signifikan yang ditetapkan Filipina dalam beberapa dekade terakhir.

Analisis yang dilakukan Bank Dunia mengenai pajak ini dirangkum dalam sebuah laporan berjudul ‘Sin Tax Reform in the Philippines: Transforming Public Finance, Health, and Governance for More Inclusive Development’. Laporan tersebut berisikan hukum pajak dosa telah membantu Filipina meningkatkan pembiayaan perawatan kesehatan bahkan sampai mencapai dua kali lipat dari sebelumnya.

Baca Juga: Batal Investasi di Filipina, 10 Perusahaan Dirgantara Lirik Vietnam

Peningkatan itu dirasakan langsung oleh Departemen Kesehatan pada tahun di mana hukum tersebut diberlakukan. Anggaran Departemen Kesehatan pada tahun ini sebanyak tiga kali lipat dibandingkan tahun 2012 (secara nominal), yang mencapai hingga ₱122 miliar.

Selain meningkatkan penerimaan, STL juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi rokok dengan menaikan harga secara signifikan. Berdasarkan data awal, memang pengenaannya menunjukan penurunan merokok.

Sebagai tindakan reformasi, sebagaimana dilansir Manila Times, STL menaikan dan menyederhanakan cukai bagi tembakau dan alkohol dan secara langsung juga meningkatkan pendapatan pemerintah.

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

STL adalah cukai yang dikenakan untuk beberapa barang tertentu yang biasanya dianggap merugikan untuk dikonsumsi masyarakat. Contohnya seperti alkohol, tembakau, obat-obatan, perjudian, minuman ringan, fast food, atau bahkan permen.  

Pengenaannya pajak ini ditujukan untuk meningkatkan harga barang guna mengurangi penggunaannya dan membatasi penyebarannya di masyarakat. (Amu)

Baca Juga: Negara Ini Dukung Penerapan Global Minimum Tax

“Dengan pengenaan pajak ini Filipina dapat mengalokasikannya ke bidang-bidang penting untuk mendukung program kesejahteraan sosial. Dalam hal ini, Filipina pantas jadi model bagi negara lainnya,” papar juru bicara Bank Dunia.

Baca Juga: Negara Ini Bakal Terapkan Sin Tax untuk Beberapa Produk

Dengan pajak itu, lanut juru bicara Bank Dunia, telah memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. “Negara lain harus banyak belajar dari keberhasilan ini, terutama mengenai desain dan pelaksanaan STL,” tambahnya.

Selain itu, pengenaan pajak ini jelas menempati peringkat tinggi sebagai salah satu reformasi kebijakan sangat tegas dan signifikan yang ditetapkan Filipina dalam beberapa dekade terakhir.

Analisis yang dilakukan Bank Dunia mengenai pajak ini dirangkum dalam sebuah laporan berjudul ‘Sin Tax Reform in the Philippines: Transforming Public Finance, Health, and Governance for More Inclusive Development’. Laporan tersebut berisikan hukum pajak dosa telah membantu Filipina meningkatkan pembiayaan perawatan kesehatan bahkan sampai mencapai dua kali lipat dari sebelumnya.

Baca Juga: Batal Investasi di Filipina, 10 Perusahaan Dirgantara Lirik Vietnam

Peningkatan itu dirasakan langsung oleh Departemen Kesehatan pada tahun di mana hukum tersebut diberlakukan. Anggaran Departemen Kesehatan pada tahun ini sebanyak tiga kali lipat dibandingkan tahun 2012 (secara nominal), yang mencapai hingga ₱122 miliar.

Selain meningkatkan penerimaan, STL juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi rokok dengan menaikan harga secara signifikan. Berdasarkan data awal, memang pengenaannya menunjukan penurunan merokok.

Sebagai tindakan reformasi, sebagaimana dilansir Manila Times, STL menaikan dan menyederhanakan cukai bagi tembakau dan alkohol dan secara langsung juga meningkatkan pendapatan pemerintah.

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

STL adalah cukai yang dikenakan untuk beberapa barang tertentu yang biasanya dianggap merugikan untuk dikonsumsi masyarakat. Contohnya seperti alkohol, tembakau, obat-obatan, perjudian, minuman ringan, fast food, atau bahkan permen.  

Pengenaannya pajak ini ditujukan untuk meningkatkan harga barang guna mengurangi penggunaannya dan membatasi penyebarannya di masyarakat. (Amu)

Baca Juga: Negara Ini Dukung Penerapan Global Minimum Tax
Topik : pajak internasional, filipina, sin tax
artikel terkait
Jum'at, 22 Maret 2019 | 15:36 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 22 Maret 2019 | 13:30 WIB
PRANCIS
Kamis, 21 Maret 2019 | 15:40 WIB
PAJAK ORANG KAYA
Kamis, 21 Maret 2019 | 11:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS
Jum'at, 19 Januari 2018 | 15:09 WIB
SWISS