Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Mulai 2017, Negara Ini Terapkan 3 Lapis Tarif PPh Badan

A+
A-
1
A+
A-
1
 Mulai 2017, Negara Ini Terapkan 3 Lapis Tarif PPh Badan

NEGARA yang menjadi pusat mode dunia dan kiblat fashion dunia ini beribu kota di Paris. Kota Paris sendiri dijuluki sebagai Kota Cahaya (Light of City), lantaran menyerupai lampu besar yang sinarnya memancar hingga batas luar kota.

Prancis yang terkenal dengan destinasi wisata indahnya menjadi negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, tercatat setiap tahunnya negara ini menerima 82 juta turis asing. Ditinjau dari historisnya, Prancis merupakan negara tertua ke-3 di dunia setelah Ethiopia dan San Marino. Prancis juga salah satu negara pendiri Uni Eropa dan memiliki wilayah terluas di Eropa dengan luas area sebesar 640.679 km2.

Di bidang ekonomi, menurut perkiraan IMF (2016) Prancis merupakan negara terbesar ke-6 di dunia, hal ini dibuktikan dengan total PDB senilai US$2,419 triliun dan PDB per kapita yang mencapai US$36.205 pada 2015.

Baca Juga: Potensi PPN di Negara Berkembang Masih Besar, OECD: Perlu Dioptimalkan

Perekonomian Prancis cukup stabil dan tidak hanya didukung dari sektor industri saja. Bidang-bidang lain yang turut berperan memajukan negara adalah pertambangan, pertanian, dan perdagangan. Sebagai informasi, secara historis pertanian adalah salah satu industri utama Prancis. Oleh sebab itu, Prancis masih menjadi produsen utama anggur kelas dunia.

Sistem Perpajakan

Otoritas Pajak Prancis (French Tax Administration) menetapkan tarif standar untuk pajak pengasilan badan sebesar 33,33%. Sementara itu, pemerintah Prancis telah mengonfirmasi akan menambah lapisan baru atas pajak penghasilan badan yang mulai pada 2017.

Baca Juga: Sistem Pajak Properti di Negara-Negara OECD Masih Perlu Diperbaiki

Lapisan tarif tersebut teridiri dari 15% untuk yang terendah, 28% untuk tarif menengah dan 33,33% untuk tarif tertinggi. Untuk 2017, penurunan tarif menjadi 28% telah diaplikasikan hanya untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan penghasilan usaha antara €38.120 (Rp554 juta) sampai dengan €75.000 (Rp1miliar).

Pada 2020, penambahan tarif menengah 28% itu diharapkan dapat menggantikan tarif tertinggi saat ini sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi beban pajak pada bisnis dan UKM khususnya.

Sementara itu, untuk tarif pajak penghasilan orang pribadi, otoritas pajak Prancis memberlakukan tarif progresif yakni mulai dari 0%, 14%, 30%, 41%, dan 45%. Sebagai informasi, otoritas pajak Prancis menetapkan wajib pajak yang telah menikah untuk menggabungkan pelaporan pajaknya dalam satu SPT Tahunannya yang sama. Ini berarti tidak ada pilihan untuk wajib pajak menikah untuk mengajukan SPT Tahunannya secara terpisah.

Baca Juga: OECD Tunda Penandatanganan MLC Pilar 1 Hingga Pertengahan 2023

Prancis menetapkan tarif PPN standar sebesar 20%. Dalam perpajakan internasional, Prancis telah melakukan lebih dari 123 penandatanganan perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B)/tax treaty, termasuk dengan Indonesia.* (Berbagai sumber)

Uraian Keterangan
Sistem Pemerintahan, Politik Republik semi-presidensial
PDB Nominal US$ 2,419 triliun (2015)
Pertumbuhan ekonomi 1,27% (2015)
Populasi 66,8 juta jiwa (2015)
Tax Ratio 47,9% (2014)
Otoritas Pajak French Tax Administration
Sistem Perpajakan Self-Assessment System
Tarif PPh Badan 33,33%
Tarif PPh Orang Pribadi 0% - 45%
Tarif PPN 20%
Tarif pajak dividen 30%
Tarif pajak royalti 33,33%
Tarif bunga -
Tax Treaty 123 negara

Topik : profil negara, profil perpajakan prancis, prancis

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 12 Desember 2021 | 15:00 WIB
PRANCIS

OECD Sebut Rata-Rata Tax Ratio Negara Anggota Naik Ketika Pandemi

Senin, 22 November 2021 | 15:47 WIB
PRANCIS

Hitung-Hitungan Pajak Jadi Ganjalan PSG Pertahankan Kylian Mbappe

Minggu, 21 November 2021 | 10:00 WIB
PRANCIS

Terbit 2022, OECD Susun Kerangka Pelaporan Pajak atas Cryptocurrency

Kamis, 18 November 2021 | 14:30 WIB
PRANCIS

Informasi Aset Rp145.000 Triliun Telah Dipertukarkan Lewat AEOI

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak