Sabtu, 23 September 2017 | 12:25 WIB

Kalkulator PPh Pasal 21 (Standar)

Apakah Anda memiliki NPWP? :
Bagi yang belum mempunyai NPWP akan dikenakan tambahan PPh Pasal 21 sebesar 20%.
Tahun Pajak :
Pilih tahun pajak atau tahun yang akan dihitung PPh Pasal 21.
Status Perkawinan :
Pilih status perkawinan dan jumlah tanggungan (TK = Tidak Kawin; K = Kawin)
1. Gaji Pokok Sebulan :
Isi gaji yang diterima secara teratur dalam periode bulanan, mingguan (Gaji x 4), dan harian (Gaji x 26).
2. Tunjangan Lainnya :
Isi tunjangan lainnya yang diberikan secara teratur oleh pemberi kerja (lembur, transportasi, komunikasi, dsb)
3. Premi yang Dibayarkan oleh Pemberi Kerja
a. Premi jaminan kecelakaan kerja (JKK) :
Isi premi JKK
b. Premi jaminan kematian (JK) :
Isi premi JK
c. Premi jaminan hari tua (JHT) :
Isi premi JHT
d. Premi jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) :
Isi premi JPK
e. Premi lainnya :
Isi premi lainnya, seperti premi asuransi jiwa, asuransi dwiguna, asuransi bea siswa, dan sebagainya
4. Total Penghasilan Bruto :
Jumlah Penghasilan Bruto (1+2+3)
5. Biaya Jabatan :
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang besarnya 5% dari penghasilan bruto. (Maksimal Rp 500.000)
6. Iuran yang dibayar sendiri melalui pemberi kerja
a. Iuran pensiun :
Isi iuran pensiun
b. Iuran jaminan hari tua :
Isi Iuran jaminan hari tua
c. Iuran tunjangan hari tua :
Isi Iuran tunjangan hari tua
7. Total Pengurang Penghasilan Bruto :
Jumlah Pengurangan (5+6)
8. Jumlah Penghasilan Netto
Jumlah Penghasilan Netto (4-8)
a. Sebulan :
Penghasilan Bruto - Pengurangnya (poin 4-7)
b. Setahun :
Penghasilan Netto Sebulan x 12
9. PTKP :
Penghasilan tidak kena pajak
10. Penghasilan kena Pajak :
Penghasilan Netto Setahun dikurangi PTKP (8b-9)
11. PPh Pasal 21 Terutang Setahun :
PPh Pasal 21 setahun

12. PPh Pasal 21 Terutang Sebulan :
Jumlah PPh Pasal 21 terutang yang dipotong oleh pemberi kerja per bulan


Buku Digital
Tax Engine
Terpopuler